JPU Tuntut Pembacok Anak Balita 20 Tahun Penjara, Sidang Putusan Bakal Dibacakan Hari Ini


Ilustrasi

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Temanggung bakal me‎mbacakan putusan kasus pembacokan terhadap anak di bawah lima tahun (balita) Rafa Nesya Ardani (2,5), warga Dusun/Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Temanggung, pada Senin (24/6) ini. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Temanggung menuntut Sunaryo, pelaku pembacokan dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hal itu dibenarkan JPU Kejaksaan Negeri Temanggung, Rara Ayu. Menurutnya memang kasus pembacokan terhadap anak balita Rafa Nesya Ardani (2,5) yang dilakukan pada 21 November 2018 hingga menyebabkan korban Rafa meninggal dunia, serta melukai dua orang lainnya, telah memasuki agenda putusan. "Besok Senin (hari ini-red) agenda putusan terhadap Sunaryo," ungkap Rara kepada awak media, Minggu (23/6) kemarin.

Menurut dia, pada sidang sebelumnya, ‎JPU memang menuntut Sunaryo dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tersangka dinilai terbukti melanggar Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Mengenai peristiwa pembacokan bermula saat Sunaryo pulang dari tempat kerjanya, sebagai penambang pasir lereng di Merapi‎ di Magelang.

Beberapa waktu di rumah, Sunaryo tiba-tiba mengamuk pada Rabu (21/11). Saat itu Sunaryo tiba-tiba berteriak histeris sembari berlari ke luar dari rumahnya, dengan membawa golok di tangan‎. Tanpa sebab yang jelas, tersangka hendak melukai ibu dan saudaranya, tetapi keduanya berhasil menyelamatkan diri. Sunaryo kemudian langsung menghampiri Rafa dan Kholisatun yang sedang duduk di teras rumah mereka.

Keduanya berada sekitar 100 meter dari rumah ibu tersangka. Tak ayal, Rafa dan ibunya itu terkena sabetan golok Sunaryo bertubi-tubi. Rafa meninggal dunia sedangkan ibunya luka serius sehingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung. Tidak hanya itu, Sunaryo juga melukai tetangganya yang bernama Atik, yang saat itu sedang berjalan di dekat lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, Sunaryo berhasil diringkus petugas kepolisian. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung. Selama penyidikan, Sunaryo mengaku tak ingat persis peristiwa pembacokan yang dilakukaknnya. Menurut Kasat Reskrim Polres Temanggung saat itu, AKP Dwi Haryadi, Sunaryo diduga mengalami gejala gangguan jiwa.

Akan tetapi, ahli mengatakan Sunaryo masih dalam taraf dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Kasus pembacokan terhadap balita dan sejumlah orang dewasa tersebut akhirnya tetap diproses sampai berkas perkara dinyatakan lengkap. Kemudian tersangka dan barang bukti diserahkan ke pihak kejaksaan. Hingga akhirnya perkara itu dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Temanggung untuk disidangkan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.