Kejari Temanggung Buru Lima Tersangka Baru, Dua Mantan Direksi BKK Pringsurat Diputus 11 Tahun


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Temanggung Fransiska Juwariyah memberikan keterangan kepada awak media di kantornya, Selasa (18/6) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung mengaku terus melakukan pengembangan terkait kasus tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Bank Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat, Temanggung. Mantan Direktur Utama PD BKK Pringsurat, Suharno, dan Direktur PD BKK Pringsurat, Riyanto telah dijatuhi hukuman masing-masing 11 tahun penjara dalam kasus korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemerintah Kabupaten Temanggung tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Temanggung Fransiska Juwariyah mengungkapkan, putusan terhadap dua terdakwa telah dilakukan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Antonius Wijantono, Senin (17/6) kemarin. "Suharno dan Riyanto telah dijatuhi dengan putusan masing-masing 11 tahun dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin," ungkapnya kepada awak media di kantornya, Selasa (18/6) siang.

Menurut dia, pasca putusan terhadap dua terdakwa, pihaknya telah menandantangani lima surat perintah penyelidikan (Sprindik) kepada lima saksi yang memiliki kemungkinan besar ikut terlibat dalam tindak pidana korupsi di tubuh PD BKK Pringsurat. "Pengembangan terus dilakukan. Ada lima sprindik yang sudah saya tandatanganin dan segera akan bergerak tim dari kejaksaan ini," beber dia didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Temanggung, Sabrul Iman.

Baca juga : dpd-ri-curigai-akuntan-bkk-pringsurat.

Lebih lanjut, dia menyatakan, terkait pengembangan pengungkapan kasus tersebut, pihaknya juga sudah membentuk lima tim. Tim yang telah dibentuk tersebut, nantinya akan bergerak bersama melakukan penyelidikan terhadap dugaan para tersangka baru. "Kami akan bergerak bersama, bekerja keras untuk melakukan penyelidikan kepada dugaan para tersangka baru. Namun, kali ini sepertinya tidak begitu banyak, karena sebelumnya kami memeriksa sekitar 60 saksi," beber dia.

Ditanya mengenai lima sprindik yang dikeluarkan, Fransiska menyebutkan, hal itu dikeluarkan karena dari 60 saksi, terdapat lima dugaan tersangka baru yang ikut terlibat dan memiliki peranan penting bersama terdakwa Suharno dan Riyanto. Mengenai keterlibatan lima saksi yang bakal diperiksa kembali, pihaknya enggan memberikan jawaban, karena hal itu yang nantinya bakal diungkap lebih lanjut tim kejaksaan kepada mereka.

Baca juga : dana-talangan-pemprov-rp-25-miliar.

Mengenai identitas lima saksi yang diduga kuat ikut terlibat, kelimanya merupakan orang dalam yang juga bekerja di PD BKK Pringsurat. Namun, untuk posisi maupun jabatan mereka, pihaknya juga belum bisa memberikan bocoran. "Kelimanya merupakan orang yang juga bekerja di BKK dan jabatan atau posisinya di bawah dua terdakwa. Sementara tidak ada untuk dugaan pelaku dari luar managemen tersebut," tutur dia.

Senada, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Temanggung, Sabrul Iman menambahkan, dari putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Antonius Wijantono, putusan lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 16,5 tahun penjara. Hakim juga menjatuhkan denda kepada terdakwa yang masing-masing sebesar Rp 200 juta. Dalam putusannya, hakim juga mewajibkan kedua terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara.

Masing-masing, uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar untuk terdakwa Suharno dan Rp 745 juta untuk terdakwa Riyanto. Para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hakim juga menilai terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 114 miliar. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.