Kejari Temanggung Mungkinkan Ada Tersangka Baru Pejabat Pemerintah


Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Temanggung, Sabrul Iman memberikan keterangan kepada awak media belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Setelah mengeluarkan lima surat perintah penyidikan (Sprindik), Kejaksaan Negeri Temanggung kembali mengeluarkan satu Sprindik baru, terkait pengembangan kasus tindak pidana korupsi Perusahan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung. Dalam pengembangan kasus tersebut, pihak kejaksaan memungkinkan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah, sepanjang ada fakta.


Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Temanggung, Sabrul Iman mengungkapkan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru, meskipun Sprindik sudah diterbitkan dan sejumlah alat bukti sudah ada. "Kami memang sudah memegang dua alat bukti untuk menetapkan tersangka, tetapi saat ini kami belum menetapkan tersangka baru terkait kasus tindak pidana korupsi BKK Pringsurat," beber dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, dengan fakta-fakta yang ada, memang tidak menutup kemungkinan akan muncul Sprindik baru untuk memunculkan tersangka baru dalam kasus korupsi yang menelan kerugian negara sekitar Rp 114 miliar. "Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut, akan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah, sepanjang ada fakta," ungkap Sabrul.

Baca juga : besaran-uang-pengganti-jauh-di-bawah.

Menurut dia, saat ini pihaknya memang kembali mengeluarkan satu Sprindik baru, jadi total Sprindik yang saat ini ditangani ada enam Sprindik. Begitupun untuk mengungkap kasus tersebut, terdapat enam tim khusus untuk melakukan pengembangan kasus tersebut. Dijelaskan, munculnya satu Sprindik baru tersebut, karena berdasarkan hasil pengembangan kasus setelah diterbitkannya lima Sprindik sebelumnya.

"Setelah dikeluarkan lima Sprindik kemarin, maka kami lakukan gelar perkara. Kemudian ternyata kami temukan fakta baru, maka diterbitkan lagi Sprindik baru ini," tandasnya. Ditemui terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fransisca Juwariyah menyebutkan usai dikeluarkan lima Sprindik, tim khusus sudah melakukan bergerak pada hari Minggu (23/6). Bahkan dalam tim satu, ada sekitar delapan saksi telah diperiksa.

Meskipun demikian, pihaknya masih enggan memberikan bocoran mengenai inisial sejumlah saksi yang dianggap memiliki peranan kuat dalam tindak pidana korupsi yang mendera badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Temangung itu. "Tim masih fokus melakukan pemeriksaan dulu, nanti kalau sudah ada penetapan tersangka baru akan kami gelar," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.