Laporan Pilot Lihat Balon Udara Liar 2019 Berkurang, Sosialisasi Dianggap Cukup Berhasil


Ilustrasi

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi Airnav Indonesia Yurlis Hasibuan mengatakan selama tahun 2018 ada sekitar 118 laporan dari pilot terkait adanya balon udara yang diterbangkan secara bebas. Tahun 2019 ini menurun menjadi 57 laporan. "Penurunan jumlah laporan dari pilot menunjukan bila sosialisasi penerbangan balon yang aman sudah cukup berhasil," ujarnya.

Pihaknya berharap, di waktu-waktu yang akan datang tindakan penerbangan balon udara liar, mudah-mudahan tidak ada lagi. Sehingga tak ada lagi laporan dari pilot perihal adanya balon udara yang terbang bebas. Menurutnya, selama ini ada tiga titik daerah yang banyak sekali ditemukan laporan penerbangan balon udara tradisional secara bebas. Tiga titik tersebut berada di atas langit Ponorogo (Jawa Timur) dan Wonosobo serta Pekalongan (Jawa Tengah).

Baca juga : pergerakan-balon-udara-liar-jadi.

"Wonosobo termasuk daerah yang boleh dibilang laporannya paling banyak di antara dua daerah lainnya. Karena daerah pegunungan ini merupakan lintasan padat pesawat terbang dari Yogyakarta menuju Surabaya dan Jakarta," sebutnya. Implementasi dari Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara, pada kegiatan budaya masyarakat sudah berjalan dengan sangat baik di Wonosobo dan sekitarnya.

Masyarakat telah turut berpartisipasi menjaga keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia dengan mengikuti festival balon udara dengan cara ditambatkan. Dalam penyelenggaraan festival tahun ini, Airnav Indonesia bersama Pemkab Wonosobo telah melakukan sosialisasi tanggal 22 Mei 2019, hingga akhirnya diselenggarakan Java Balloon Attraction 2019 di Desa Pagerejo yang diikuti ratusan pegiat balon udara serta disaksikan ribuan penghobi balon udara.

Baca juga : masuk-zona-merah-kemiskinan-desa.

Dalam Java Balloon Attraction 2019 keluar sebagai juara umum tim dari Singkir Jaraksari yang dapat mempertahankan gelar terbaik 2018. Sedangkan juara 1-3, group balon Pagerotan Pagerejo (Kertek), Gondang Candimulyo (Kertek) dan Kembaran (Kalikajar). Adapun balon terunik diraih group balon dari Paguan Wonolelo (Wonosobo) dan Banjaran Candiasan (Kertek). Sedang balon terfavorit direbut group balon dari Selomerto.

Penilaian lomba balon dalam Java Balloon Attraction 2019 meliputi motiv atau ornamen balon, kreativitas, bentuk, komposisi warna, kostum tim dan, tehnik pengasapan dan ketahanan terbang balon. Beragam hadiah dan hiburan menarik disiapkan panitia. Total hadiah untuk peserta Java Balloon Attraction 2019 mencapai puluhan juta rupiah ditambah berbagai doorprize menarik baik untuk peserta maupun hadirin yang memadati Lapangan Desa Wisata Pagerejo. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.