Lerai Perkelahian Penonton Dangdutan, Polisi Dilempar Kursi Sampai Bersimbah Darah


Petugas kepolisian mengamankan pelaku pelemparan petugas kepolisian dengan kursi hingga bersimbah darah. Petugas kesehatan melakukan penanganan medis kepada petugas kepolisian yang mengalami luka di wajah.

KEPIL (FOKUSSABA)- Tak terima dilerai petugas kepolisian saat acara dangdutan dalam rangka halal bihalal, seorang remaja melempar petugas dengan kursi hingga bersimbah darah. Aparat keamanan yang dilempar kursi adalah Bripka Gigih Setyaji, salah satu anggota Polsek Kepil Polres Wonosobo.

Dia terluka karena dilempar kursi saat melerai perkelahian pada pengamanan acara dangdut di Desa Tegalgot Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada Selasa (11/6) kemarin. Pelempar kursi nyaris dikeroyok massa apabila aparat keamanan tidak sigap mengamankan pelaku.

Saat itu pelaku yang diketahui bernama Janjang Saputro (29) warga Dusun Mangunsari RT 02 RW 04 Desa Glagah Kecamatan Sapuran, terlibat perkelahian dengan warga lain. Kemudian, saat pelaku Janjang sedang berusaha dilerai oleh Bripka Gigih Setyaji, pelaku tidak terima.

"Dia tidak terima bila dilerai anggota kepolisian dan warga. Dia malah melempar kursi plastik warna biru ke arah wajah Bripka Gigih Setyaji, sehingga mengalami luka pada kening, hidung dan pipi kiri," ungkap Kepala Unit Reskrim Polsek Kepil Ipda Sapto Wibowo.

Atas pelemparan kursi ini, penonton serentak nyaris menghakimi Janjang. Namun aparat sigap dan pelaku mampu digelandang ke Polsek Kepil. Sementara korban Bripka Gigih Setyaji langsung dilarikan ke Puskesmas Sapuran untuk pengobatannya.

Menurut dia, karena pelaku melawan petugas maka pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP dan atau pasal 212 KUHP dengan ancaman dua tahun 8 bulan. Hingga kini pelaku masih dalam pemeriksan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Sementara itu Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji membenarkan atas kejadian tersebut, serta menghimbau agar tontonan jangan dijadikan ajang perkelahian tetapi sebagai alat persatuan. "Memang benar ada kejadian perkelahian hingga menyebabkan anggota terluka, proses hukum terhadap pelaku masih dilakukan," ujarnya. (AB)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.