Musim Panen Mundur, Petani Kopi Berharap Harga Tinggi


Salah satu petani kopi di lereng Gunung Sindoro melakukan pemanenan kopi di lahan tanaman kopi miliknya, belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Meskipun panen raya kopi tahun ini mundur dari pada tahun lalu, petani kopi di lereng Gunung Sindoro berharap harga kopi bisa bertahan tinggi. Pasalnya, kualitas kopi tahun ini dinilai lebih bagus dari tahun lalu. "Kualitas kopi tahun ini lebih bagus, karena cuacanya sangat mendukung. Semoga saja harga kopi juga lebih bagus dari tahun 2018 lalu,” ungkap Sunari petani kopi di Desa Tlahab Kecamatan Kledung.

Dia menyebutkan, panen raya kopi tahun ini, memang waktunya mundur jika di bandingkan dengan panen raya kopi di tahun 2018 lalu. Saat ini baru memasuki tahapan panen meliki (memilih). “Tahapan panen kopi kan ada beberapa tahapan, dari meliki, panen raya, terus penghabisan. Ini untuk tahapan panen kopi petik merah, kalau yang tidak petik merah biasanya hanya di panen sekali saja,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, mundurnya panen raya kopi tahun ini kemungkinan disebabkan beberapa faktor, salah satu diantaranya disebabkan karena faktor cuaca. “Cuaca memang sangat berpengaruh pada proses pembuahan kopi. Mulai dari pembungaan, pembuahan, hingga saat buah berubah warna menjadi merah dan kemudian memasuki masa panen raya. Semoga cuaca selalu bersahabat,” tutur dia.

Senada, petani kopi lain, Boyadi (41) juga berharap harga kopi bisa bertahan tinggi. Meskipun panen raya kopi arabika di wilayah tersebut mundur dari tahun sebelumnya. Harga kopi gelondong merah basah saat panen raya tahun 2018 lalu mencapai Rp 9.000 per kilogram, harga ini merupakan harga tertinggi saat panen raya 2018 lalu. “Itu harga saat puncak panen raya, semoga saja tahun ini minimal harganya bisa bertahan seperti tahun kemarin,” katanya.

Menurutnya, harga kopi akan terus mengalami peningkatan sejak memasuki panen raya, diawal panen raya biasanya kopi dibeli dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogram. Kemudian harga akan naik kembali setelah memasuki panen raya dan memasuki akhir panen raya. “Biasanya bertahap, diawal panen disaat panen raya dan akhir panen raya, harganya cenderung stabil diawal panen sekitar Rp 7.000 dan akhir panen biasanya Rp 9,000 per kilogram,” terangnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.