Pelaku UMKM di Temanggung Masih Butuh Pelatihan dan Pendampingan


Sejumlah pelaku UMKM antusias mengikuti Pelatihan Micro Business Simulation bagi UMKM di Rumah Makan Progo Kranggan Temanggung, belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Temanggung mengaku masih butuh banyak sentuhan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah, guna meningkatkan usaha yang dijalankan. Pelatihan dan pendampingan kepada UMKM dinilai akan dapat memotivasi pelaku UMKM yang bergerak di sektor usaha rumahan akan semakin bersemangat dan berharap kedepan akan mampu berdaya saing dengan usaha lainnya.

Koordinator Peserta Pelatihan Micro Business Simulation UMKM, Yonadi mengaku masih banyak pelaku UMKM belum mendapatkan sentuhan pelatihan dan pendampingan dalam menjalankan usahanya. Padahal, pelatihan dan pendampingan usaha sangatlah diharapkan. "Kami tentu sangat mengharapkan bisa sering ada pelatihan maupun pendampingan agar lebih berkembang," ujarnya usai pelatihan di Rumah Makan Progo.

Menurutnya, kondisi saat ini, masih banyak pelaku UMKM belum bisa mengelola keuangan usaha secara maksimal. Seperti halnya dalam melakukan pencatatan keuangan hasil usaha yang dijalankan. "Kebanyakan pelaku usaha hanya fokus melakukan produksi dan menjual barang, setelah itu tidak dicatat keuangan yang masuk. Bahkan hasil penjualan sering kali dicampur adukan dengan keuangan pribadi," tutur dia.

Pencatatan hasil penjualan belum dianggap penting, lantaran kekurangfahaman sejumlah pelaku UMKM. Dari itu, pasca mendapatkan pelatihan dari Bank Jateng Cabang Temanggung, pihaknya mengaku sangat bersyukur. Apa yang diajarkan baik dalam materi maupun praktik, banyak membuka wawasan dan pengetahuan para pelaku UMKM agar lebih berkembang usahanya. "Pelatihan seperti ini penting sekali dilakukan," harapnya.

Yonadi yang merupakan pelaku usaha pempek, abon ayam dan criping kentang sangat berharap kegiatan serupa bisa sering dilakukan, lebih khusus juga oleh pemerintah. Pelaku UMKM yang notabene bergerak di sektor mikro atau rumahan, banyak pula yang merupakan pemula, sehingga sangat perlu mendapatkan sentuhan pelatihan, baik dalam hal produksi, packing, pemasaran maupun permodalan dan peningkatan kapasitas managemen usaha.

Trainer Pelatihan Micro Business Simulation UMKM, Ardy Baskoro Wicaksono menyebutkan, pencatatan keuangan usaha memang masih kurang dianggap penting dilakukan sejumlah pelaku UMKM. Padahal dengan adanya pencatatan, pelaku UMKM akan bisa mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan. Dari pencatatan, akan terlihat dari perencanaan awal, realisasi dan pertumbuhan setiap periode. "Semua jenis usaha tentu butuh pencatatan," ujarnya.

Menurut dia, pelaku UMKM yang merupakan basis ekonomi kerakyatan memang butuh adanya pelatihan dan pendampingan. Dalam kesempatan itu, pelatihan menggunakan metode Micro Business Simulation, yang merupakan sebuah metode peningkatan usaha yang telah dikembangkan oleh SBFIC (Saving Banks Foundation for International Cooperation) Jerman. "Penerapan melalui simulasi, memahami tantangan dan kesempatan usaha serta memahami prinsip-prinsip akutansi sederhana," tuturnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.