Pelaku UMKM Dibekali Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan Usaha


Salah satu trainer memberikan praktik simulasi kegiatan Pelatihan Micro Business Simulation bagi UMKM di Rumah Makan Progo Kranggan Temanggung, Kamis (20/6) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Temanggung mengikuti Pelatihan Micro Business Simulation (Simulasi Bisnis Mikro) bagi UMKM di Rumah Makan Progo Kranggan Temanggung, Rabu-Kamis (19-20/6) sore. Kegiatan yang digelar Bank Jateng Cabang Temanggung tersebut dilakukan guna meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan laporan keuangan usaha mereka.

Dalam kesempatan Pelatihan Simulasi Bisnis Mikro bagi UMKM yang diikuti sebanyak 25 pelaku UMKM tersebut, selain pemberian materi juga praktik pencatatan laporan keuangan yang dipandu trainer Ardy Baskoro Wicaksono dari Bank Jateng Cabang Batang dan Laila Amalia Rahma dari Bank Jateng Cabang Wonosobo. "Ada sekitar 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor yang dilibatkan dalam pelatihan ini," ungkap Ardy, salah satu trainer.

Menurut pria yang bekerja sebagai Analis Kredit di Bank Jateng Batang itu, masih banyak pelaku usaha tidak melakukan pencatatan laporan keuangan usaha mereka, sehingga manajerial usaha tak berjalan maksimal. "Di kesempatan ini para pelaku UMKM kami beri pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan usaha serta melakukan pencatatan pelaporan usaha. Prinsipnya, perlu pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha," tutur dia.

Lebih lanjut dikatakan, pelatihan menggunakan metode Micro Business Simulation, yang merupakan sebuah metode peningkatan usaha yang telah dikembangkan oleh SBFIC (Saving Banks Foundation for International Cooperation) Jerman. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran dan cara berwirausaha dengan menerapkannya melalui simulasi, memahami tantangan dan kesempatan usaha serta memahami prinsip-prinsip akutansi sederhana.

Baca juga : puluhan-pelaku-umkm-dapat-pelatihan.

Selain itu, motode pelatihan juga dengan melakukan pengembangan pengetahuan pemasaran dasar, dinamika pasar dan kompetisi usaha. Pelatihan Micro Business Simulation yang dilakukan Bank Jateng tersebut juga sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab Bank Jateng kepada masyarakat Temanggung, sekaligus membantu pemerintah dalam memajukan dunia usaha, yakni pada sektor UMKM di Kabupaten Temanggung.

Dengan simulasi tersebut, pihaknya berharap usaha yang dijalankan para pelaku UMKM di Temanggung akan menjadi lebih kuat, dinamis, modern dan mampu menjawab tantangan dan persaingan usaha berdasar kebutuhan pasar. Dengan UMKM yang kuat pastinya masyarakat akan lebih mandiri secara ekonomi. Itulah goal setting dari pelatihan ini, secara tidak langsung bisa menggerakkan dan menguatkan sector perekonomian masyarakat," harapnya.

Ketua Kelas Pelatihan Micro Business Simulation, Yonadi mengaku, dengan pelatihan yang digelar Bank Jateng selama dua hari akan membuat pelaku UMKM yang mengikuti khususnya, akan lebih membuka wawasan bagaimana mengelola managemen usaha agar berjalan baik. Diakui banyak pelaku usaha mengesampingkan pentingnya sebuah pencatatan laporan keuangan usaha. Bahkan, acap kali tak memperdulikan mana uang usaha dan mana uang pribadi. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.