Pelanggaran Penerbangan Balon Udara Liar Diantisipasi, Sosialisasi Terus Dilakukan


Tim gabungan memberikan sosialisasi mengenai penerbangan balon udara harus ditambatkan dan mengantongi izin kepada masyarakat di wilayah Desa Bojasari Kecamatan Kertek Wonosobo, Senin (3/6) sore.

KERTEK (FOKUSSABA)- Mengantisipasi pelanggaran penerbangan balon udara tradisional secara liar, Polsek Kertek bersama Pemerintah Kecamatan Kertek, Koramil Kertek dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), melaksanakan sosialisasi ke Desa Bojasari Kecamatan Kertek, Senin (3/6) pukul 14.30.

Kepala Disparbud Wonosobo, One Andang Wardoyo menyebutkan sebagai upaya menjaga tradisi yang sudah dilakukan turun temurun, bahaya balon bagi penerbangan udara, akhirnya mencetuskan balon untuk ditambatkan. Hal ini sudah dimulai tiga tahun yang lalu. Bahkan Airnav bekerjasama dengan Polri, Kodim dan Pemda Kabupaten Wonosobo mengadakan festival balon dengan cara ditambatkan.

Walaupun sudah menginjak tahun ketiga, kata dia, akan tetapi sosialisasi penerbangan balon secara konvensional atau cara lama dengan diterbangkan bebas masih saja diketemukan. Kegiatan sosialisasi diawali dengan konsolidasi di Polsek Kertek, tim gabungan kemudian memutuskan melaksanakan sosialisasi di Desa Bojasari Kecamatan Kertek. Dusun Kersan, menjadi sasaran pertama.

Subangun Aji, warga Dusun Kersan terdata membuat balon udara, kemudian didatangi tim. Pihaknya menyebutkan tidak ada larangan pembuatan balon, bahkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan even lomba balon di Lapangan Desa Pagerejo Kecamatan Kertek. "Silahkan diikutsertakan dalam lomba. Yang dilarang bila diterbangkan secara bebas," ujarnya.

Hal itu karena membahayakan penerbangan pesawat terbang. Senada, Kapolsek Kertek AKP Sigit Prastyanto menyebutkan apabila masyarakat pembuat balon tidak ikut dalam lomba, masyarakat silahkan terbangkan balon dengan ketentuan ditambatkan dengan tiga tali yang panjang maksimalnya 150 meter. Namun juga dengan syarat mendapatkan izin dari aparat wilayah dan otoritas penerbangan terdekat.

"Apabila diterbangkan secara bebas mau tidak mau dari Polsek Kertek akan melakukan penindakan. Untuk tahun 2018 pastinya sudah membaca berita, ada beberapa pelaku penerbangan balon liar ditindak secara hukum," ujarnya. Danramil Kertek, Kapten Ponidi menambahkan, Koramil Kertek siap membantu dalam penertiban balon udara.

Kedatangan tim kali ini untuk mengingatkan kepada masyarakar bahwa ada aturan yang harus ditaati apabila akan menerbangkan balon udara. Selesai di Dusun Kersan, sosialisasi dilanjutkan ke Dusun Bongkotan dan memberikan himbauan kepada warga Bongkotan dan Matsun pemuda Dusun Bongkotan terdata sudah membuat balon udara.

Malam harinya, Bripka Nanang Polmas Desa Bojasari melaksanakan himbauan kepada warga Dusun Trajon Desa Bojasari. Dimana warga Trajon membuat balon udara yang akan diikutkan lomba dengan nama Botras (Bocah Trajon Asli). Bripka Nanang mendukung remaja yang akan mengikuti lomba dengan menemani hingga selesai pembuatan balon udara. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.