Pemancing Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Sungai Serayu, Ini Penyebab dan Kronologis Kejadiannya


Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad pemancing yang tewas bersimbah darah di Jalan Setapan di Tegalan Blok Si Jambang, turut Dusun Wilaya, Desa Timbang Kecamatan Leksono, Selasa (11/6) sekitar pukul 10.00.

LEKSONO (FOKUSSABA)- Warga Dusun Kaliduren RT 08 RW 03, Desa Durensawit Kecamatan Leksono, Wonosobo tewas bersimbah darah di Jalan Setapan di Tegalan Blok Si Jambang, turut Dusun Wilaya, Desa Timbang Kecamatan Leksono, Selasa (11/6) sekitar pukul 10.00. Pria bujang yang diketahui bernama Slamet Nurwanto bin Misian (25) itu diduga tewas, akibat terpeleset jatuh dan terkena benda tajam atau tumpul di tasnya, saat melintas di jalan setapak pinggir Sungai Serayu.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan Pramoda Wardana membenarkan adanya kejadian orang meninggal dunia tersebu, Selasa (11/6) sekitar pukul 10.00. Berdasarkan keterangan saksi Sunardi (47), seorang pedagang di Dusun Wilaya RT 01 RW 02, Desa Timbang, awalnya dia melihat korban sendirian mau berangkat mancing di Sungai Serayu, ikut Dusun Wilaya.

Saat itu korban sempat membeli rokok satu bungkus merk Sampurna Mild dan satu botol Fanta di warung milik Sunardi. Kemudian, korban pergi dengan membawa peralatan pancing dan mengendari sepeda motor Yamaha Jupiter. Namun, sekitar pukul 12.00, saksi Tholip (53) warga Dusun Kwarasan RT 01 RW 07 Desa Timbang dan saksi Sixyam (55) warga Dusun Jetis RT 01 RW 05, Desa Pacarmulyo yang pulang dari sawah di jalan setapak dan melihat korban tergeletak.

Saat itu posisi korban tergeletak dalam posisi miring dan mengalami luka sobek di punggung sebelah kiri dan mengeluarkan darah yang tercecek di sekitarnya. Saat ditemukan, korban juga masih menggendong tas peralatan mancing. Saksi Tholip dan Sixyam akhirnya minta tolong masyarakat dan melaporkan kejadian kepada perangkat desa setempat. Selanjutnya Kepala Desa Timbang melaporkan hal tersebut ke Polsek Leksono.

"Mendapat laporan itu Kapolsek dan Kanit Reskrim dan satu anggota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Petugas kemudian menghubungi team medis Puskesmas Leksono bersama-sama datang ke TKP bersama unsure Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Leksono dan menghubungi team identifikasi Polres Wonosobo dan SPKT Polres Wonosobo," ungkapnya.

Kemudian petugas membuat laporan kejadian dan melaporkan ke tingkat atas, serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta melaksanakan gelar perkara awal dan melakukan penyitaan barang bukti yang ada di TKP. "Setelah dilakukan pemeriksaan dari Polsek dan Team Medis Puskesmas Leksono dan Team Identifikasi Polres Wonosobo, korban mengalami luka sobek di punggung sebelah kiri sepanjang 3-5 sentimeter, kedalaman 0,5 sentimeter.

Selain itu korban juga mengalami tulung rusuk patah sekitar 2-3 rusuk yang mengakibatkan tulung rusuk yang patah mengenai paru-paru, sehingga sampai mengelurkan darah dari hidung dan mulut, dan korban meninggal di TKP. Pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah tas pancing berisikan dua buah pancing, satu jam tangan, satu box warna putih tempat kail pancing dan satu bungkus rokok Sampurna Mild.

Terdapat pula barang bukti, satu buah toples tempat umpan mancing, satu botol minuman Fanta, satu Hp Android merk Oppo, satu gunting warna orange, satu korek api, satu buah pisau, satu rol senar pancing dan dua bungkus makanan roti. Terdapat pula dompet hitam berisi uang tunai Rp 1.204.000, surat tanda nomor kendaraan (STNK) sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi AA 6693 DF, SIM C, KTP, Kartu BRI dan satu buah tempat ikan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.