Pendaki Gunung Sindoro Dilarang Buat Api Unggun, Pengawasan Kegiatan Pendakian Diperketat


Petugas Basecamp Grasindo Kledung, Temanggung melakukan memeriksa barang-barang yang akan dibawa muncak maupun turun para pendaki di basecamp setempat, Kamis (27/6) pagi.


TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Petugas pos pendakian Gunung Sindoro di wilayah Kledung, Temanggung melakukan mengetatan pengawasan kegiatan pendakian. Pengetatan pengawasan dilakukan, sebagai langkah antisipasi kejadian kebakaran pada musim kemarau ini. "Pengawasan pendakian memang kami perketat, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro," ungkap Ketua Basecamp Grasindo Kledung, Temanggung Rian Indra, Kamis (27/6) pagi.

Dia mengatakan, Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Wonosobo pada 2018 terjadi beberapa kali kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare lahan hutan. Berkaca pada kejadian itu, pihaknya terus memperketat pengawasan barang bawaan para pendaki untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di Gunung Sindoro. "Kebakaran bisa disebabkan karena sampah di atas," tutur dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mengharuskan pada pendaki untuk melakukan pengecekan barang bawaannya dan sampah barang bawaan tersebut harus dibawa kembali waktu turun. Menurut dia, apa saja yang harus ditinggalkan dan apa yang harus dibawa turun kembali, harus sesuai dalam pengecekan sebelum naik. Hal itu agar mereka tidak meninggalkan sampah di atas lokasi puncak pendakian.

Dijelaskan, jika pendaki meninggalkan sampah di atas Gunung Sindoro, maka akan ada sanksi untuk pendaki tersebut membersihkan kembali sampah di lokasi yang mereka tempati. "Jangan sampai pendaki meninggalkan sampah sembarangan, karena hal itu bisa menyebabkan kebakaran dan untuk itu ada sanksinya," katanya. Kebakaran hutan juga bisa terjadi karena puntung rokok, maka jangan sampai pendaki membuang puntung rokok sembarangan.

Lebih lanjut Rian menyebutkan, puntung rokok merupakan faktor utama terjadinya kebakaran hutan. Untuk itu pihaknya dari basecamp menekankan pada setiap pendaki yang merokok, harus membawa tempat puntung rokok yang aman. Selain itu, untuk keamanan dan kelestarian hutan, di musim kemarau ini para pendaki dilarang membuat api unggun. "Untuk pembuatan api unggun kami larang," tegas dia.

Dalam sebuah kesempatan, Kapolpos Kecamatan Kledung Polsek Parakan, Ipda Purdiyatmo juga meminta para pendaki Gunung Sindoro maupun Sumbing tak sembarangan membuang puntung rokok maupun membuat perapian di atas gunung. Pasalnya, kebakaran hutan bisa saja terjadi disebabkan karena kecerobohan para pendaki yang membuang puntung rokok maupun lupa mematikan perapian, agar api yang dibuat telah benar-benar padam secara sempurna.

“Pastikan api benar-benar sudah padam bilamana membuat perapian dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran hutan bisa terjadi akibat kecerobohan para pendaki yang membuang puntung rokok dan lupa mematikan perapian," tutur dia. Menurut dia, musim liburan lalu, banyak pemuda, pelajar maupun mahasiswa pencinta alam melakukan kegiatan di gunung, baik Sindoro maupun Sumbing. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.