Penyusunan Masterplan Kota Cerdas Wonosobo Mengerucut pada Enam Smart


Bupati Wonosobo Eko Purnomo meninjau kegiatan diskusi perwakilan OPD saat bimbingan teknis Penyusunan masterplan Smart City Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, belum lama ini.


WONOSOBO (FOKUSSABA)- Penyusunan masterplan Smart City Wonosobo mengerucut pada pembahasan enam bidang. Hal itu menjadi poin dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo selama dua hari terakhir di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, belum lama ini.

Kegiatan yang diikuti seluruh OPD di lingkup Pemkab ditambah sejumlah lembaga seperti Kodim, Polres, PMI, dan perbankan dibagi menjadi enam kelompok kerja, meliputi Smart Economy, Smart Governance, Smart Branding, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Living. Keenam bidang tersebut, menurut Kepala Seksi Jaringan Dinas Kominfo, Wajiran menjadi fokus pembahasan karena telah mewakili keseluruhan cakupan konsep Kota Cerdas.

“Dari diskusi oleh enam kelompok yang berfokus pada keenam smart tersebut, dihasilkan dokumen yang kemudian menjadi dasar untuk menyusun rencana induk, atau masterplan smart City Kabupaten Wonosobo,” tutur Wajiran. Dengan pendampingan langsung para pembimbing dari Kementerian Kominfo RI, Wajiran mengakui diskusi dalam setiap kelompok kerja berlangsung sangat dinamis.

Baca juga : seluruh-opd-pemkab-wonosobo-dilibatkan.

Setiap perwakian OPD maupun lembaga yang pada hari sebelumnya telah memetakan SWOT (Strength Weakness Opportunities Threat) masing-masing, disebutnya telah menyiapkan langkah-langkah solutif pada pertemuan kedua. “Sebagai contoh, pembahasan smart branding telah mengerucut pada upaya mengangkat Bimo Lukar sebagai salah satu alternatif sebagai merk atau brand Kota Wonosobo,” lanjutnya.

Kepala Bidang Informatika, Sulisityani menambahkan penjelasan terkait keenam sektor smart city tersebut merupakan elemen utama pembangunan Kota Cerdas. “Smart Governance meliputi fasilitasi pada layanan public, birkorasi, serta kebijakan (Policy),” terangnya. Sementara, Smart branding, disebut Sulistiyani mencakup tampilan atau wajah Kota, pariwisata serta implementasi di sector bisnis atau usaha.

Kemudian, smart economy menurutnya memiliki cakupan pada kemudahan transaksi, serta kemudahan ijin industry dan kesejahteraan masyarakat. “Untuk smart Living, Smart Environment dan Smart Society adalah mencakup pada harmonisasi kehidupan masyarakat dengan lingkungan dan keamanan social sampai pada fasilitasi pendidikan,” bebernya lebih lanjut.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo yang turut memantau diskusi pada hari kedua mengaku sangat apresiatif terhadap keseriusan dan komitmen para pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan Kota Cerdas. “Tentu dengan adanya kesungguhan dalam setiap tahapan ini akan semakin membuat kami optimis, kedepan langkah mencapai Smart City Wonosobo bakal lebih terarah sesuai dengan yang telah ditargetkan bersama,” tutur Eko. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.