Pergerakan Balon Udara Liar Jadi Ancaman, Airnav Indonesia Telah Keluarkan Dua Notam


Ilustrasi

WONOSOBO (FOKUSSABA)-
Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia, telah dua kali menerbitkan Notice To Airmen (Notam), untuk mengantisipasi pergerakan balon udara yang terbang liar. Dua kali Notam yang diterbitkan antara lain Notam A2190/19 yang terbit tanggal 3 Juni 2019 dan Notam B2740/19 yang terbit tanggal 4 Juni 2019.

Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Harry Douglas Sirait mengaku memang telah dua kali menerbitkan Notam atau pemberitahuan yang disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.

Notam sengaja dikeluarkan guna mengantisipasi kegiatan penerbangan balon udara secara liar. Pihaknya mencatat, saat momen Hari Raya Idul Fitri pada Rabu (5/6) terdapat 29 laporan pilot melihat balon udara di ketinggian bervariasi. Kemudian pada hari Lebaran kedua pada hari Kamis (6/6) terdapat tujuh laporan pilot melihat balon udara. Sementara pada hari ketiga pasca Lebaran, yakni Jumat (7/6) terdapat dua laporan.

Dia menyebutkan, Airnav Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tanggal 13 September 2012, melayani navigasi penerbangan di 286 titik layanan di seluruh Indonesia. Selain itu, Airnav juga melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain. Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM, sementara Airnav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM.

Senada, Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto menyebutkan, balon udara tradisional liar memang kembali mengganggu keselamatan penerbangan di Lebaran 2019 ini. Terdapat 38 laporan pilot yang melihat balon udara di ketinggian bervariasi. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, karena sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat kebiasaan masyarakat menerbangkan balon udara saat bulan Syawal. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan PM No 40 tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Pada PM 40, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan.

Ketentuan penambatan balon udara antara lain diikat dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter 4 meter dan tinggi 7 meter. Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah. Disampaikan Novie, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memiliki kebiasaan menerbangkan balon udara. (AB)


Berikut adalah 28 Pilot ( PIREP) pada hari 1 Lebaran 2019:

1.GIA 257 JOG - CKG
Dep. 01.27 UTC terlihat
Lampion pada Alt.7000
Rad 315 - 250
Distance 21 Nm

2.LNI 536 CGK- SOQ
Terlihat Lampion pada
Radial 300 VOR SLO
Ketinggian 12000 ft

3.LNI 276 JOG- PK
Dep. 01.03 UTC
Terlihat Lampion pada
ketinggian 13000ft Rad 330-360 ttg
Dist. 20 Nm JOG VOR

4. SJY 231 BPN-JOG
Dep. 01.10 UTC
Terlihat 3 Balon Udara
ketinggian 11000ft

5. CTV 760 CGK-SOC
Dep. 04.40 UTC
Terlihat beberapa balon udara pada
ketinggian 15000ft
Radial 320
Dist. 10NM

6. ID 7513 HLP-SUB
Dep. 02.35 UTC
Terlihat beberapa balon udara pada
Ketinggian 34000-37000 ft

7. GA 264 CGK-BWX
Dep. 04.10 UTC
Terlihat balon udara pada
Ketinggian 29000-30000ft

8. GIA 236 CGK-SRG
Dep. 05.38 UTC
Terlihat balon udara warna putih pada
Ketinggian 10000ft
Radial 282
Distance 31 DME

9. XAR761 JOG-AAP
Dep. 03.45 UTC
Terlihat balon udara pada
Ketinggian 4500-17000ft
Distance 15 NM

10. CTV123 JOG-HLP
Dep.
Terlihat balon udara pada
Ketinggian 11000ft

11. XAR 780 JOG-PLM
Dep. 02.13 UTC
Terlihat 3 balon udara pada
Ketinggian 23500-24000ft
Distance 43 NM

12. GIA 222 CGK-SOC
Dep. 02.00 UTC
Terlihat 10 balon udara pada
Ketinggian 20000-24000ft
Distance 50 NM

13. SJY 210 CGK-SOC
Dep. 02.25 UTC
Terlihat 10 balon udara pada
Ketinggian 27000-28000ft
Distance 20 NM

14. LNI 856 SUB-PLM
Dep. 01.00 UTC
Terlihat beberapa balon udara pada
Ketinggian 35000-37000ft
Radial 282
Distance 30 NM

15. GIA 292 CGK-MLG
Dep. 03.40 UTC
Terlihat beberapa balon udara pada
Ketinggian 36000ft
Radial 282
Distance 26 NM

16. AWQ 937 DPS-CGJ
02.23 UTC
Terlihat beberapa balon udara pada
Ketinggian 25000ft
Radial 305
Distance 36 NM

17. ID 6512 CGK-DPS
05.04 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 33000-35000ft
Radial 165
Distance 30 NM

18. AWQ 8455 SOC-DPS
05.18 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 31000ft
Radial 071
Distance 10 NM

19. AWQ 505 SIN-DPS 06.21 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 30000ft
Radial 135
Distance 45 NM

20. LNI 041 DPS-CGK
06.30 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 35000ft
Radial 330
Distance 14 NM

21. AWQ 7912 BDO-DPS
06.55 UTC
Terlihat 4 balon udara pada
Ketinggian 33000ft
Radial 104
Distance 37 NM

22. CTV 686 CGK-DPS
06.58 UTC
Terlihat 6 balok udara pada
Ketinggian 37000ft
Radial 107
Distance 23 NM

23. ID 7348 KOE-HLP
06.58 UTC
Terlihat 2 balon udara pada
Ketinggian 38000ft
Radial 100

24. CTV 686 CGK-DPS
07.08 UTC
Terlihat 3 balon udara pada
Ketinggian 37000ft
Radial 280
Distance 40 NM

25. GIA 317 SUB-CGK
07.08 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 37000ft
Radial 101
Distance 26.5 NM

26. CTV 686 CGK-DPS
07.10 UTC
Terlihat 1 balon udara pada
Ketinggian 30000-37000ft
Radial 045
Distance 45 NM

27. ID 6514 CGK-DPS
08.38 UTC
Terlihat 3 balon udara pada
Ketinggian 35000ft
Distance 21 NM

28. CTV 681 DPS-CGK
08.43 UTC
Terlihat 15 balon udara pada
Ketinggian 36000ft
Distance 15 NM
(Sumber data: Airnav Indonesia-AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.