Puluhan Pelajar SMA Sederajat di Wonosobo Dibekali Pendidikan Pendahuluan Bela Negara



Anggota Kodim 0707 Wonosobo memberikan pengarahan dalam kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Oemah Nduwur Kelurahan Andongsili Kecamatan Mojotengah, Wonosobo sejak Selasa-Kamis (18-20/6) lalu.

MOJOTENGAH (FOKUSSABA)- Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo menggandeng sejumlah pihak menggelar kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Oemah Nduwur Kelurahan Andongsili Kecamatan Mojotengah, Wonosobo sejak Selasa-Kamis (18-20/6) lalu. Kegiatan dilakukan dengan sasaran siswa-siswi dari 11 sekolah jenjang SMA/SMK/MA se Kabupaten Wonosobo.

Kepala Kesbangpol Wonosobo, Didik Wibawanto menyebutkan, kegiatan PPBN tersebut terselenggara dengan menggandeng Kodim 0707, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Polres, Kementerian Agama (Kemenag), Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), motivator dan psikolog untuk memberikan motivasi dan penyuluhan-penyuluhan.

"Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang ketahanan bangsa bagi siswa SMA sederajat, untuk menangkal adanya ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Tujuan kegiatan ini memberikan pendidikan pendahuluan bela negara kepada siswa SMA sederajat dan menanamkan jiwa patriotisme serta cinta tanah air dan bangsa," beber dia.


Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan ceramah motivasi dalam kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Oemah Nduwur Kelurahan Andongsili Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Selasa (18/6) lalu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli saat memberikan ceramah motivasi menyebutkan, pendidikan bela negara bagi semua warga negara sangatlah penting dilakukan khususnya kepada generasi muda. Sebab negara merupakan tempat kita tinggal, bekerja, belajar dan segalanya. "Siapa yang akan membela negara ini kalau bukan rakyatnya," ungkap dia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bangsa Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu saja, hanya saja kala itu masih berupa kerajaan. Kerajaan yang besar antara lain Sriwijaya dan Majapahit. Wilayah kekuasaanya sangatlah luas, kedua kerajaan ini hancur bukan karena serangan musuh, akan tetapi hancur dari dalam sendiri yaitu adanya perebutan kekuasaan.

Setelah masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit berakhir, bangsa Indonesia mengalami masa yang kelam yaitu dijajah oleh beberapa negara selama 350 tahun. Itu terjadi karena kurang bersatunya rakyat ini, mereka berjuang secara kelompok-kelompok, mereka mudah diadu diomba. Dengan kedua penyebab tersebut membuat bangsa ini terjajah selama ratusan tahun tersebut.

Fauzan menambahkan bangsa Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah baik sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Kekayaan yang melimpah ini membuat negara-negara lain ingin menguasai. Ditambah lagi posisi Indonesia yang sangat strategis yaitu terletak antara dua benua dan dua samodra, didukung iklim yang baik yiatu hanya musim hujan dan kemarau, tanah yang subur menambah daya tarik negara-negara lain ingin menguasainya.


Permateri lain memberikan pengarahan dalam kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Oemah Nduwur Kelurahan Andongsili Kecamatan Mojotengah, Wonosobo sejak Selasa-Kamis (18-20/6) lalu.

Berbagai upaya dilakukan negara lain dalam rangka menguasai kembali. Mereka berupaya melemahkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui 5 F (Food, Film, Fantasy, Fashion dan Fun). Masyarakat Indonesia disungguhi itu semua. Ditambah lagi kiriman narkoba yang saat ini jumlahnya sangat besar. Ditambah lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Iptek saat ini berkembang dengan pesatnya.

Khususnya dalam hal persenjataan perang. Saat ini sudah tidak jaman perang saling berhadapan menggunakan pedang dan panah seperti jaman dahulu. Saat ini perang bisa dilakukan dalam ruangan. Hanya dengan menekan tombol sasaran sudah bisa dihancurkan. Untuk bisa menangkal itu semua maka semua warga negara Indonesia harus mempunyai rasa bela negara. Bela negara tidah harus dengan mengangkat senjata.

Akan tetapi bisa berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sebagai pelajar dalam membela negara tentunya adalah belajar dengan sungguh-sungguh, raih prestasi setinggi mungkin. Hal itu diamini
Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Eko Riyanto. Dia menyampaikan terima kasih kepada Kodim dan semua pihak yang telah membantu membersamai kegiatan pembinaan bela negara tersebut.

"Tugas membina generasi muda dalam hal pengenalan bela negara itu menjadi tugas dan peranan semua elemen bangsa. Harapan Kesbangpol, dari pembinaan ini adalah karena yang hadir saat ini adalah merupakan perwakilan dari SMA sederajat yang ada di Wonosobo, maka setelah selesai dihimbau bisa menularkan kepada teman-temannya yang lain," pintanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.