Rumah Terbakar di Siang Bolong, Gunarto Alami Kerugian Rp 20 Juta, Ini Penyebabnya


Petugas BPBD Wonosobo melakukan assesment musibah kebakaran di Kampung Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Selasa (18/6) sore.

KERTEK (FOKUSSABA)- Kebakaran rumah terjadi di siang bolong menimpa rumah penduduk di Kampung Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Selasa (18/6) sekitar pukul 12.30. Api menjalar begitu cepat hingga menyebabkan rumah milik Gunarto hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap dan api baru terlihat oleh warga sekitar pukul 12.30. Api diketahui pertama kali muncul dari salah satu ruangan dalam rumah dan merembet ke bagian lain. Kepulan asap yang membumbung tinggi langsung membuat warga sekitar geger dan berdatangan ke lokasi kejadian, untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Menurut Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sabar, kebakaran diduga disebabkan dari hubungan arus pendek instalasi listrik di rumah tersebut. Karena menurut keterangan saksi-saksi, korban orangnya senang dengan barang elektronik. Padahal pekerjaannya bukan tukang perbaikan barang elektronik.

Akan tapi, kata dia memang korban suka memperbaiki barang elektronik. Beruntung warga sigap membantu korban, sehingga yang terbakar baru dua ruangan dan barang-barang perabot rumah serta atap. Pemadaman dilakukan oleh warga sekitar yang dibantu petugas dari Polisi, BPBD dan Damkar Wonosobo. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Namun, setelah proses pemadaman dilakukan kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp 20 juta. Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat elektronik. Apalagi, kata dia, saat ini akan memasuki musim kemarau, sehingga potensi terjadi kebakaran meningkat. "Kehati-hatian dan kewaspadaan perlu dilakukan agar musibah atau bencana bisa diantisipasi secara cepat," ujarnya . (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.