Sebanyak 177 Calon Jamaah Haji Absen Karena Sakit, 1.079 Jamaah Khidmat Ikuti Proses Manasik Haji Pertama


Ribuan calon jamaah haji mengikuti manasik haji massal tahap pertama di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Senin (17/6) kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sebanyak 177 calon jamaah haji tak bisa mengikuti manasik massal tahap pertama di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Senin (17/6) kemarin. Hal itu dikarenakan kondisi mereka sedang sakit, sehingga tidak dapat membersamai latihan bersama sebanyak 1.079 calon jamaah haji lain asal Kabupaten Wonosobo. Mereka merupakan calon jamaah haji yang akan berangkat 2019 ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Muhammad Thobiq mengungkapkan, manasik haji secara massal tahap pertama sengaja dilakukan agar para calon jamaah haji asal Kabupaten Wonosobo, mampu menguasai materi sekaligus praktek langsung ibadah haji. Selain itu, para calon jamaah haji juga akan bisa mengukur kemampuan fisik masing-masing dalam melaksanakan praktek ibadah haji.

Menurut dia, untuk manasik haji tahap pertama diisi dengan pembekalan di Gedung Sasana Adipura Kencana, selanjutnya menuju Masjid Al-Manshur, kemudian ke gedung DPRD, ke Alun-alun Wonosobo dan kembali ke Gedung Adipura Wonosobo. Dalam rangkaian acara manasik pertama ini peserta diwajibkan menggunakan kain ihrom agar peserta semakin mendalami dan menghayati pelaksanaan ibadah haji di tanah suci nanti.

Senada, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Mahbub mengharapkan para calon jamaah haji agar benar-benar memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan manasik haji. Selain itu juga harus memanfaatkan dan mengikuti manasik massal tahap kedua tingkat kabupaten pada tanggal 27 Juni 2019 nanti, serta manasik tingkat kecamatan yang dimulai tanggal 18-27 Juni 2019.

Diharapkan para calon jamaah haji mampu menguasai materi dan praktek ibadah haji dengan baik. "Praktek manasik haji kali ini dimulai dari Gedung Sasana Adipura sebagai tempat pembekalan dan maghtab, kemudian Masjid Al-Manshur sebagai wilayah arofah, lingkungan DPRD sebagai wilayah musdalifah, lingkungan Pendopo Kabupaten sebagai wilayah Mina serta Alun-alun Wonosobo sebagai tempat lempar jamarot, towaf dan sai," tutur dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.