Tak Dijemput Paksa, Lima Calon Tersangka Baru Jalani Penyelidikan


Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fransiska Juwariyah memberikan keterangan kepada awak media di kantornya, belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kejaksaan Negeri Temanggung mengaku tengah melakukan penyelidikan kepada lima calon tersangka yang diduga kuat turut terlibat dalam tindak pidana korupsi PD BKK Pringsurat Temanggung. Hal itu menyusul telah dilayangkannya surat perintah penyelidikan (sprindik), pascasidang putusan Mantan Direktur Utama PD BKK Pringsurat, Suharno, dan Direktur PD BKK Pringsurat, Riyanto di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (17/6) lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung, Fransisca Juwariyah menyebutkan, penyelidikan terhadap para calon tersangka baru, saat ini tengah berjalan. Namun demikian, pihaknya masih enggan membeberkan siapa saja calon tersangka baru yang saat ini tengah menjalani proses penyelidikan di Kejaksaan Negeri Temanggung. "Sedang berjalan (untuk proses penyelidikan-red)," ujar Fransisca lewat pesan whatsApp singkat, Selasa (25/6) pagi.

Hal itu disampaikan Fransisca saat dimintai keterangannya awak media, mengenai tindak lanjut penerbitan lima Sprindik, yang dalam beberapa waktu lalu disampaikan lima Sprindik bakal ditindaklanjuti pekan ini. Pihak kejaksaan juga mengaku tidak akan melakukan pemanggilan paksa kepada kelima calon tersangka baru tersebut, sebab sebelumnya kelima calon tersangka baru ini sudah dijadikan saksi bersamaan dengan ke 55 saksi lainnya.

Atas hal itu, pihaknya menilai para calon tersangka baru dianggap sudah mengetahui bagaimana alur dalam penanganan kasus yang mendera Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Temanggung tersebut. "Kami tidak perlu melakukan pemanggilan paksa, karena memang mereka sudah mengetahui alur yang kami lakukan. Karena sebelumnya mereka sudah diperiksa sebagai saksi," beber dia, dalam sebuah kesempatan sebelumnya.

Ditanya mengenai posisi dan keterlibatan kelima calon tersangka baru, Fransisca menyebutkan, kelimanya berasal dari dalam Manajemen PD BKK Pringsurat. Kelimanya diduga kuat turut terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi dengan kerugian negara hingga mencapai Rp114 miliar. Mengenai keterlibatan lima calon tersangka baru yang diperiksa, pihaknya enggan memberikan jawaban, karena hal itu yang nantinya bakal diungkap lebih lanjut tim kejaksaan kepada mereka.

Lebih lanjut, dia menyatakan, terkait pengembangan pengungkapan kasus tersebut, pihaknya juga sudah membentuk lima tim. Tim yang telah dibentuk tersebut, akan bergerak bersama melakukan penyelidikan terhadap para calon tersangka baru. "Kami akan bergerak bersama, bekerja keras untuk melakukan penyelidikan kepada dugaan para tersangka baru. Namun, kali ini sepertinya tidak begitu banyak, karena sebelumnya kami memeriksa sekitar 60 saksi," beber dia.

Mengenai identitas lima tersangka baru yang diduga kuat ikut terlibat, kelimanya merupakan orang dalam yang juga bekerja di PD BKK Pringsurat. Namun, untuk posisi maupun jabatan mereka, pihaknya juga belum bisa memberikan bocoran. "Kelimanya merupakan orang yang juga bekerja di BKK dan jabatan atau posisinya di bawah dua terdakwa. Sementara tidak ada untuk dugaan pelaku dari luar managemen tersebut," tutur dia.

Sebelumnya, Mantan Direktur Utama PD BKK Pringsurat, Suharno, dan Direktur PD BKK Pringsurat, Riyanto, masing-masing telah diputus 11 tahun penjara. Hakim juga menjatuhkan denda kepada terdakwa yang masing-masing sebesar Rp 200 juta. Kedua terdakwa juga harus membayar uang pengganti kerugian negara, masing-masing Rp 1,2 miliar untuk terdakwa Suharno dan Rp 745 juta untuk terdakwa Riyanto. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.