Tim Khusus Dibentuk, Pekan Depan Bakal Langsung Konsultasi Ombudsman


Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Wonosobo, Muhammad Zuhri

WONOSOBO- Menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (RI) Pe‎rwakilan Jawa Tengah terkait dugaan maladministrasi proses seleksi Direktur Administrasi dan Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Aji, ‎Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini telah membentuk tim khusus. Tim khusus tersebut di ketuai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Wonosobo, Muhammad Zuhri.

Saat dimintai keterangan awak media, Zuhri mengungkapkan, terkait rekomendasi yang diserahkan Ombudsman pada Kamis (20/6), pihaknya berencana akan berkonsultasi secara langsung ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah pekan depan. Pihaknya sudah berupaya meminta jadwal untuk berkonsultasi, namun diberikan waktu pekan depan‎. "Rencananya pekan depan, karena saat ini Ombudsman masih banyak kegiatan lain yang mendesak," ungkapnya, Selasa (25/6) siang.

Baca juga : ombudsman-jawa-tengah-kawal-lhp-selama.

Menurut dia, hal yang akan dikonsultasikan Tim Khusus Pemkab Wonosobo, yakni mengenai penafsiran batasan umur untuk pengangkatan direksi Badan Usaha Milik Daerah (‎BUMD) Pemkab Wonosobo. "Dalam laporan hasil pemeriksaan itu disebutkan kita diberi waktu untuk konsultasi, kita manfaatkan ruang itu. Langkah kita selanjutnya ya menunggu hasil konsultasi itu," beber pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonosobo itu.

Karena masih menunggu hasil konsultasi ke Ombudsman, hingga saat ini Pemkab Wonosobo belum melakukan tindakan apapun terkait rekomendasi, baik kaitannya membatalkan hasil seleksi maupun memberikan sanksi terhadap panitia seleksi (pansel). Untuk pansel dalam pengangkatan direksi PDAM Tirto Aji, mereka merupakan tim independen dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Jika konsultasi sudah ada hasil, nanti akan dirapatkan dan ditindaklanjuti.

‎Dalam kesempatan sebelumnya, ‎Kepala Sub Bagian Pembinaan BUMD dan Kelembagaan Perekonomian Rakyat Bagian Perekonomian Setda Wonosobo, Oktadiana Sulistianto‎ ‎menyampikan, dugaan terjadinya maladministrasi dalam pelaksanaan seleksi untuk mengisi direksi itu, tidak dilakukan secara sengaja. Kesalahan terjadi lantaran adanya perbedaan penafsiran terkait perundangan yang mengatur hal itu, utamanya menyangkut batasan usia peserta seleksi.‎

Baca juga : terbukti-melanggar-bupati-wonosobo.

Namun demikian, sebelum pelaksanaan seleksi, pihaknya‎ juga sudah berkonsultasi ke beberapa pihak, termasuk kepada Bagian Hukum Setda Wonosobo. Kesimpulan yang dipahami oleh tim panitia seleksi, bahwa sebelum berulang tahun ke-56, usia yang bersangkutan dipahami sebagai tak lebih dari 55 tahun.‎ "Yang kita pahami, intinya untuk umur itu sebelum masuk 56 tahun. Meskipun sudah 55 tahun lebih, asal belum 56 tahun itu masih bisa," sebut dia.

Akan tetapi hal itu rupanya ditafsirkan lain oleh Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah. Mereka beranggapan bahwa asal sudah masuk 55 tahun, lebih satu haripun sudah tidak masuk dalam kriteria. Hal ini yang kemudian membuat pihaknya merasa ada kesalahpahaman soal penafsiran. "Bahasa Perundang-undangan itu kan kadang masih perlu penafsiran yang mendalam untuk dikaji kembali," ungkapnya.

Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menyerahkan hasil berkas laporan hasil pemeriksaan (LHP) terkait dugaan maladministrasi sele‎ksi pengangkatan direksi PDAM Tirto Aji, kepada Bupati Wonosobo. Plt Kepala Ombudsman Kantor Perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu menyebutkan, ada tiga rekomendasi yang dilayangkan. Tim pansel dinilai telah melanggar aturan-aturan yang ditetapkan. Yakni, terkait batasan usia minimal dan maksimal direksi. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.