Tim Khusus Pemantauan dan Pengamanan Balon Udara Tradisional Harus Segera Dibentuk


Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras bersama Dandim Letkol Czi Fauzan Fadli dan sejumlah pimpinan Pemkab Wonosobo melakukan Rapat Koordinasi Pengamanan Balon Udara Tradisional di Kabupaten Wonosobo, di Ruang Kertonegoro Setda, Jumat (31/5) lalu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras meminta segera dibentuk tim khusus (task force) yang bertugas melakukan pemantauan sekaligus pengamanan, kelompok masyarakat yang akan melakukan tradisi menerbangkan balon udara tradisional. Pasalnya jelang momen Lebaran Idul Fitri, masyarakat khususnya di empat kecamatan, rawan nekad menerbangkan balon udara. 

Antara lain Kecamatan Kertek, Kalikajar, Wonosobo dan Selomerto. Hal ini
diungkapkan Kapolres dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Balon Udara Tradisional di Kabupaten Wonosobo, di Ruang Kertonegoro Setda, Jum’at (31/5) lalu.
Sampai saat ini, berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh Pemda, Polres
maupun Kodim beserta AirNav, dalam melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat.

Diharapkan masyarakat tidak menerbangkan balon udara tradisional yang tidak sesuai regulasi. "Boleh dibuat, asalkan sesuai regulasi, yakni harus ditambatkan dan harus izin kepada pihak terkait. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak terkait, khususnya Kodim dan Pemda, yang telah mengamankan kondisi. Memang perlu sinkronisasi tiga pihak, yakni Polres, Kodim dan Pemda," ungkapnya. 

Hal itu untuk melakukan rencana aksi, dengan mengedepankan penyamaan
persepsi. Penerbangan balon udara tradisional di Wonosobo, menurutnya,
punya plus minus. Dari sisi kreasi, balon udara tradisional Wonosobo terkenal
bagus-bagus dibanding daerah lain. Minusnya, siapapun yang menerbangkan balon udara tradisional, jika ada temuan, yang dikomplain pasti Wonosobo.

Karena jika masih terlihat, dikira balon berasal dari Wonosobo, padahal belum tentu dibuat oleh masyarakat Wonosobo. Tahun 2018, Wonosobo dapat teguran dari Polda, bahwa ada balon udara yang mengganggu, tapi ternyata balon diterbangkan masyarakat Magelang yang tinggal di perbatasan Wonosobo dan Magelang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.