Tradisi Melepas Balon Udara Tanpa Awak saat Lebaran, Dinilai Sulit Dihilangkan


Personel gabungan melakukan penertiban balon udara tanpa awak yang hendak diterbangkan tanpa ditambatkan di wilayah Kecamatan Kertek, Wonosobo, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Tradisi masyarakat Wonosobo menerbangkan balon udara tanpa awak saat Lebaran tiba, dinilai masih sangat sulit dihilangkan. Tradisi ini sudah terjadi sejak jaman dahulu, sehingga larangan dari pemerintah agar balon udara tidak diterbangkan secara liar, belum dipatuhi seluruh masyarakat. Hal ini karena masih ada beberapa orang yang menerbangkan balon udara dengan cara tidak ditambatkan.

Melihat permasalahan tersebut, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli telah memerintahkan jajarannya agar melaksanakan pemantauan dan himbauan agar masyarakat, agar tidak menerbangkan balon secara liar. Penerbangan balon udara liar tersebut ternyata memiliki dampak dan akibat yang sangat fatal, apabila terbang sampai ketinggian tertentu, mulai dari mengganggu penerbangan hingga mengakibatkan kecelakaan pesawat.

Menurut Dandim, kondisi saat ini jangan disamakan dengan era dahulu. Penerbangan balon bisa bebas, karena dahulu balonnya tidak sebesar sekarang. Jumlah pesawat terbang yang melintas di atas langit Wonosobo juga tidak sebanyak sekarang. Dalam mengantisipasi serta menyikapi hal tersebut, Kodim Wonosobo memerintahkan anggotanya untuk berpatroli pada pagi hari untuk mencegah masyarakat menerbangkan balon udara.

Dalam patrolinya personel Kodim ditemani anggota personil Polres, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Dandim juga turun langsung memimpin tim patroli mulai pukul 05.00. Bersama anggotanya dia menyisir sejumlah tempat-tempat pembuatan balon udara, untuk memastikan tidak ada yang menerbangkan balon udara secara liar. Sementara tim patroli dibagi di tiap zona untuk mempermudah pengawasan.

"Saat ini kami merasa bersyukur karena saat ini sudah sangat berkurang masyarakat yang menerbangkan balon secara liar. Hal ini terbukti dari beberapa desa yang menjadi sentra penerbangan balon dapat diamankan sejumlah balon untuk Kecamatan Kalikajar ada sembilan buah, Kecamatan Kertek dua buah, Kecamatan Selomerto lima buah, dan Wonosobo sendiri tidak ada balon yang diamankan," ujarnya.

Dandim menyampaikan, sesungguhnya pemerintah tidak melarang penerbangkan balon udara, akan tetapi tidak boleh diterbangkan secara liar. Untuk itu pemerintah sudah beberapa kali menyelenggarakan lomba penerbangan balon secara ditambatkan. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam rangka menyalurkan hoby menerbangkan balon tradisional.

Dengan cara ini balon bisa diterbangkan sampai beberapa kali selama tidak rusak. Akan tetapi jika diterbangkan secara liar, maka hanya bisa diterbangkan sekali saja, setelah itu balon akan hilang. Memang diakui bahwa masih ada beberapa balon yang masih diterbangkan secara liar, namun jumlahnya sangat sedikit. "Memang untuk merubah sebuah tradisi yang sudah lama sulit untuk dihilangkan," tuturnya.

Memang butuh waktu dan kerja sama semua komponen mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tentunya masyarakat secara umum juga harus bersama-sama membangun kesadaran, bahwa menerbangkan balon secara liar sangat berbahaya. Kondisi saat ini belum terjadi hal yang tidak diinginkan, harapannya kedepan pun tidak akan terjadi hal-hal buruk akibat penerbangan balon udara secara liar. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.