Banser Wonosobo Kawal Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Dua Anggotanya

Ilustrasi pengeroyokan @timlo.net

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pengurus Satuan Koordinator Barisan Ansor Serbaguna (Sat Korcab Banser) Kabupaten Wonosobo mengaku terus mengawal perkara pengeroyokan terhadap anggotanya, yang menyebabkan satu meninggal dunia. Kasat Korcab Banser Wonosobo, Muhammad Kurnianto saat dikonfirmasi awak media mengaku, sudah mendengar dari pihak kepolisian, saat ini sudah terdapat tujuh orang tersangka yang ditahan.

Dia menyebutkan, dua anggotanya yang menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda berandalan adalah Muhammad Fadlun alias Tukul (39), warga Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang, Wonosobo dan Sulis (26), warga Desa Pengarengan, Kecamatan Kalibawang. Akibat dipukul di bagian kepala dan mengalami luka serius saat pengeroyokan tersebut, akhirnya Tukul meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

Menurut Kurnianto, korban mengalami luka yang cukup parah di kepala, hingga pembuluh darah otaknya pecah. Namun, setelah tiga hari menjalani perawatan, Tukul menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sementara Sulis saat ini kondisinya telah membaik dan berangsur pulih. Kami terus mengawal perkara ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, saat ini sudah terdapat tujuh orang tersangka yang ditahan," ungkapnya kemarin.

Lebih lanjut dia menceritakan, informasi yang diperolehnya, persitiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/6) dini hari di Desa Kedungrejo, Kecamatan Kaliwiro. Tukul dan Sulis dikeroyok, saat perjalanan pulang, usai menyaksikan pentas kesenian Dolalak di Desa Kauman Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo. Malam sebelum peristiwa naas itu, korban bersama beberapa orang lainnya tengah menyaksikan pentas kesenian Dolalak di Desa Kauman.


Saat pertunjukan berlangsung, terjadi keributan antar dua kelompok, yang mulanya sama-sama menyaksikan pentas kesenian tersebut. Tukul bersama Sulis, kemudian mencoba melerai keributan itu. Meskipun tak sedang menggunakan atribut kesatuan, karena namanya Banser, jiwa kemanusiannya, kata Kurnianto terpanggil. Mereka berupaya melerai keributan itu, hingga akhirnya kedua kelompok yang berselisih menyudahi keributan tersebut.

Namun tak disangka, satu di antara dua kelompok itu justru tak terima. Bisa jadi, kelompok pemuda itu menilai Tukul dan Sulis telah membela kelompok sebelah.
Saat mereka dalam perjalanan pulang, keduanya dihadang oleh kelompok pemuda yang tak terima dilerai saat kericuhan itu. Awalnya sempat terjadi percekcokan, sebelum akhirnya keduanya dikeroyok menggunakan berbagai benda tumpul.

"Keduanya dipukuli menggunakan potongan kayu. Tukul mengalami luka yang parah di kepala, hingga kejang-kejang dan tak sadarkan diri," ujarnya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kaliwiro. Setelah itu laporan dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Wonosobo dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor: STPL/0002/VI/2019/JATENG/RESWSB/SEKKLW.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reskrim Polres Wonosobo, AKP Heriyanto saat dikonfirmasi awak media menyebutkan, aparat kepolisian telah meringkus tujuh orang pelaku pengeroyokan dua anggota Banser, bahkan hingga menyebabkan satu meninggal dunia. Kepolisian juga telah menetapkan mereka sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Wonosobo. Pihaknya menduga Tukul dan Sulis merupakan korban salah sasaran.

"Jadi, sebenarnya ini korban salah sasaran. Karena saat itu gelap, para tersangka ini tak mengetahui secara persis, bahwa sebenarnya kedua korban yang diadang sama sekali bukan kelompok yang ribut dengan mereka," urainya. Atas peristiwa kasus tersebut, ketujuh tersangka dijerat menggunakan Pasal 170 ayat 1, tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.