Bun Upas Rusak Enam Hektare Lahan Kentang Petani Dieng, Kerugian Ditaksir Rp 170 Juta


Seorang petani tengah melakukan penyemprotan tanaman kentang yang terkena bun upas di wilayah Dataran Tinggi Dieng, kemarin. (Foto: istimewa)

KEJAJAR (FOKUSSABA)- Lahan pertanian kentang seluas enam hektare milik petani di Dataran Tinggi Dieng rusak akibat kejadian bun upas. Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo mencatat, hanya wilayah Dieng Wetan yang terdampak suhu dingin yang menyebabkan tanaman kentang layu, pasca terkena embun upas.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dispaperkan Wonosobo, Sidik Widagdo mengungkapkan, dampak kerusakan embun es atau bun upas di wilayah Kecamatan Kejajar, terjadi pada komoditas kentang dengan gejala berupa pucuk tanaman hangus seperti terbakar. Kejadian embun es biasanya berdampak pada tanaman kentang dengan usia muda.

Menurut dia, hasil pantauan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Kejajar di lapangan, lahan pertanian yang terdampak di wilayah Desa Dieng Wetan berada di sekitar lapangan atau belakang masjid Dieng Wetan. "Kondisi tanaman rusak terdampak embun es enam hektare dengan intensitas sedang. Kondisi masih sama, luasan dan kondisi tidak meluas," beber sia.

Lebih lanjut dikatakan, untuk lahan pertanian yang terdampak, wilayahnya berbatasan langsung dengan pertanian di Kabupaten Banjarnegara, yang lokasinya sering mengalami banyak kerusakan. Atas kerusakan enam hektare lahan pertanian kentang petani di Desa Dieng Wetan, pihaknya mencatat kerugian ditaksir mencapai Rp 170 juta.

Baca juga : fenomena-embun-es-di-dataran-tinggi.

Dikatakan, rata-rata petani sudah menyiapkan tanaman pada usia 60 hari ke atas, apabila memasuki bulan Agustus. Bulan depan pihaknya berencana mau memasang termometer di lokasi lahan petani. Diharapkan nanti petani bisa melihat data suhu harian malam dan dini hari. "Di lahan keamanan kita serahkan pemilik lahan yang ketempatan. Kita akan coba lima dulu," ujarnya.

Kondisi saat ini penyiraman dilakukan petani untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kerusakan akibat embun es. Perlu juga dengan persiapan peralatan penyiraman dan naungan baik paranet, dahan bambu gendani, alang-alang dan lainnya sebagai antisipasi muncul kembali embun es. Embun es merupakan fenomena alam yang terjadi akibat suhu udara dalam waktu relatif singkat, turun di bawah nol derajat celsius.

Kondisi ini menyebabkan cairan dalam tubuh tanaman membeku, menyebabkan sel-sel tanaman pecah. Gejala yang nampak, tanaman kentang layu seluruh tanamanya. Secara ilmiah, kasus tersebut disebut "Frost", petani Dieng menyebutnya bun upas karena embun yang berwarna putih seperti kapas dan mematikan tanaman. Secara alami di Dieng, biasanya terjadi sekitar bulan Juli-Agustus. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.