Butuh Waktu Tujuh Jam, Pendaki Asal Pemalang dan Temanggung yang Cidera di Gunung Sindoro Diselamatkan


Personel Basarnas Unit Siaga Wonosobo melakukan upaya pertolongan pertama kepada pendaki yang mengalami cidera di puncak Gunung Sindoro, Kamis (4/7) sore. (Foto: Dok Basarnas Wonosobo)

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Butuh waktu tujuh jam, personel SAR gabungan terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Unit Siaga Wonosobo, Basecamp Grasindo dan Basecamp Azora telah berhasil menyelamatkan dua pendaki yang cidera saat turun dari puncak Gunung Sindoro, Kamis (4/7) petang. Para pendaki terpaksa turun ditandu karena mengalami cidera pergelangan kaki kiri dan tulang belakang.

Anggota Basarnas Unit Siaga Wonosobo, A Dedi Setyawan yang terlibat dalam operasi penyelamatan dua pendaki malang tersebut mengaku, sangat bersyukur operasi gabungan berjalan lancar dan dua pendaki yang dikabarkan mengalami cidera telah berhasil diturunkan ke basecamp dengan selamat. "Alhamdulillah selamat semua. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Dijelaskan, untuk proses evakuasi dua pendaki tersebut, tim SAR gabungan total membutuhkan waktu dari naik sampe turun lagi, ada tujuh jam. Tim SAR gabungan naik sekitar pukul 15.00 sore dan pukul 22.00, para survivor sudah dapat diselamatkan hingga di basecamp. "Total kurang lebih ada 18 personil gabungan. Yakni dari Basarnas Unit Siaga Wonosobo, Basecamp Grasindo dan Basecamp Azora," beber dia.


Personel Basarnas Unit Siaga Wonosobo akan mengevakuasi pendaki yang mengalami cidera di puncak Gunung Sindoro, Kamis (4/7) sore. (Foto: Dok Basarnas Wonosobo)

Untuk identitas dua pendaki Gunung Sindoro yang cidera antara lain, Burhan alias Ahmamad Furhanudin (20), warga Gendowang RT 05 RW 01 Desa Gendoang Kecamatan Moga, Pemalang. Survivor mengalami fraktur pergelangan kaki kiri.
Kemudian satu pendaki lain Zulfan Hikmal (15), warga Dusun Padureso RT 02 RW 01 Desa Tegalreso Kecamatan Parakan, Temanggung.

Survivor yang sebelumnya dicurigai cidera ringan pada lambung, ternyata mengalami cidera tulang belakang. Para korban harus turun dengan cara ditandu dari Pos 4 Gunung Sindoro jalur pendakian Grasindo Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung. Menurutnya total ada dua rombongan pendaki. Survivor dari Pemalang berangkat mendaki tiga orang dan yang dari Parakan Temanggung ada lima orang.


Personel Basarnas Unit Siaga Wonosobo melakukan upaya evakuasi pendaki yang mengalami cidera di puncak Gunung Sindoro, Kamis (4/7) sore. (Foto: Dok Basarnas Wonosobo)

Sebelumnya, Koordinator Basarnas Unit Wonosobo Heri Sunandar melalui Bagian Humas Basarnas Unit Siaga Wonosobo, Basuki Rahmat mengungkapkan, terdapat dua pendaki dikabarkan mengalami cedera pada engkel kaki dan cidera ringan pada lambung, Kamis (4/7) sore. Informasi yang diterima satu pendaki dikabarkan pingsan, sehingga tidak dapat meneruskan perjalanan turun dari puncak, tepatnya di pos 4.

Karena tak sanggup melakukan perjalanan turun pendakian, sejumlah pendaki melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp dan meneruskan kepada Basarnas Unit Siaga Wonosobo. Tim SAR Gabungan telah diterjunkan berupaya melakukan upaya evakuasi dan telah sampai di lokasi kejadia di Pos 4 Gunung Sindoro. "Ada enam personel kami turun membantu," beber dia.

Baca juga : dua-pendaki-gunung-sindoro-terpeleset.

Kronologis singkat kejadian, saat survivor dalam perjalanan turun, mereka lari dan terpeleset. Atas kondisi itu, satu pendaki cidera engkel kaki dan pingsan, serta satu orang dicurigai mengalami cidera ringan pada lambung, yang ternyata cidera tulang belakang di Pos 4 Gunung Sindoro jalur pendakian Grasindo Kecamatan Kledung. Alat yang digunakan petugas, rescue carrier vehicle dan palsar evakuasi lengkap. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.