Kecil Suka Terbangkan Balon Udara, Putra Asal Wonosobo Jadi Senior ATC Airnav Indonesia


Hermawan Sigit Widodo

NAMANYA Hermawan Sigit Widodo. Ia merupakan seorang air traffic controller (ATC) atau Pemandu Lalu Lintas Udara di Airnav Indonesia. Siapa sangka Hermawan kecil yang dulu suka membuat balon udara dan menerbangkan balon udara tradisi saat momen Idul Fitri, saat ini ia mendapat amanah menjadi Senior ATC di Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI).

Pria kelahiran Wonosobo, 03 Maret 1991 itu menuturkan, ia terlahir dan dibesarkan di Dusun Ngariboyo Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Ia kemudian menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Sindupaten Kertek lulus 2003, kemudian meneruskan jenjang pendidikan di SMP Negeri 1 Kertek lulus 2006. Kemudian ia kembali meneruskan jenjang pendidikan di SMA Negeri Tidar Magelang lulus 2009.

Tak puas hanya menempuh pendidikan di jenjang SMA, suami Sella Septiana yang merupakan Pramugari Lion Air itu kembali melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dan lulus 2014. "Saya lulusan ATC di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Angkatan 58, lulus tahun 2014. Penempatan dinas pertama di Pontianak hingga sekarang, dengan jabatan Senior Air Traffic Controller," tutur penghobi olahraga Basket itu.

Setelah menikah dengan Sella Septiana, ia dikaruniai buah hati cantik bernama Syera Luthriya Widodo. Pada Tahun 2017, ia mendapat kesempatan Sekolah Approach Survaillance atau Radar di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Hal ini yang membuatnya sekarang bisa menjadi ATC atau navigator dengan menghandle lebih banyak pesawat dengan ruang wilayah penerbangan yang lebih luas.

Menurut dia, namanya sebuah pekerjaan, memang ada hal yang menyenangkan, adapula yang susah. Susah senang memang harus dijalaninya dengan ikhlas. Enaknya menjadi ATC bekerja dengan jam kerja yang tidak banyak, maksimal tiga jam per hari. Hal itu sudah sesuai aturan. Namun tidak enaknya, selama jam kerja, full konsentrasi harus menghandle banyak pesawat di udara. Hal itu agar tidak saling bertabrakan satu sama lain.

ATC berupaya mengatur ketinggian atau level maupun arahnya, karena di atas langit Indonesia ada beribu-ribu pesawat melintas. Mungkin sebagian masyarakat Wonosobo sudah mendengar ada banyak lalu lintas penerbangan udara yang saat ini dihandle Airnav Indonesia. Pada momen Lebaran kemarin, Airnav Indonesia bahkan turun lansung ke daerah menggandeng Pemkab, Polres dan Kodim di daerah ada balon udara.

Mereka getol mengajak masyarakat agar tak menerbangkan balon udara tradisi secara bebas. Hal itu karena Airnav Indonesia dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah membuat peraturan Undang-undang tentang Syarat Penerbangan Balon Udara Tradisi. Menurut dia, sebenarnya Undang-undang itu dibuat untuk keselamatan bersama.

Diharapkan juga aturan bisa dijalankan tanpa menghilangkan tradisi balon udara di tanah air, lebih khusus Wonosobo. Apalagi tradisi itu sudah dilakukan turun temurun sejak zaman dulu kala. "Tradisi itu sudah lama. Dulu saya juga sering buat balon dan menerbangkannya waktu kecil. Tapi sekarang jadi tahu bagaimana sulitnya menghandle ribuan jalur penerbangan, apalagi ditambah adanya kerawanan balon udara yang terbang bebas," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.