Molor Panjang, Pasar Induk Wonosobo Akan Dibangun Bulan Depan, Tanggal Belum Dipastikan


Kondisi lahan lokasi pembangunan Pasar Induk Wonosobo mangkrak belum ada tanda-tanda pembangunan.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Setelah molor panjang, pembangunan Pasar Induk Wonosobo bakal mulai dibangun bulan depan. Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Tim Percepatan Pembangunan Pasar Induk Wonosobo menargetkan pembangunan pasar terbesar di Wonosobo akan dilaksanakan Agustus 2019. Saat ini tim sedang melakukan persiapan pemanggilan terhadap pemenang cadangan untuk dilakukan penunjukan.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Wonosobo, Suprayitno mengungkapkan, dengan bimbingan dan arahan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat, tim percepatan terus berupaya mencari cara yang cepat, tepat dan aman untuk memulai pembangunan Pasar Induk Wonosobo yang terhenti lantaran bermasalah dengan pihak kontraktor.

Suprayitno yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembagunan Pasar Induk Wonosobo mengaku optimis, bulan Agusuts 2019 pembangunan pasar tersebut bisa dimulai. "Kami sudah mempelajari pola yang dulu, agar tidak terjadi pada pembangunan Pasar Induk kali ini. Kami berharap, dengan adanya pendampingan dari LKPP, proses bisa berjalan dengan lancar," ungkap dia kepada awak media, kemarin.


Kondisi lahan lokasi pembangunan Pasar Induk Wonosobo mangkrak belum ada tanda-tanda pembangunan.

Meskipun pembangunan akan dilakukan pada bulan Agustus, hingga saat ini pihaknya masih belum memiliki tanggal yang pasti untuk memulai pelaksanaan pembangunan. Sebab akan dilakukan pemantauan dan monitoring kondisi pasar terlebih dahulu, secara bersama-sama, kemudian serah terima lahan dan dijalankan. Berkaitan dengan kontraktor pelaksana pembangunan hingga saat ini juga belum ada kepastian.

Akan tetapi pola yang dilakukan oleh tim percepatan berdasarkan bimbingan dari LKPP, akan menggunakan pola penunjukkan langsung dengan memberi kesempatan kepada pemenangan cadangan satu dan dua. "Untuk mempercepat pembangunan Pasar Induk, kami dapat melakukan lelang ulang atau penunjukkan langsung kepada pemenang cadangan, karena pemenang pertama bermasalah," beber pria berkumis tebal tersebut.


Sejumlah pedagang dan masyarakat beraktivitas di pasar penampungan sementara Pasar Induk Wonosobo.

Lebih lanjut, Suprayitno menielaskan, ada dua pemenang cadangan yang akan kembali diberi kesempatan membanguan Pasar Induk Wonosobo, yaitu kontraktor PT Delima dari Bandung dan PT Brantas, BUMN dari Jakarta. Keduanya akan diberi kesempatan untuk memberikan paparan. "Jadi nanti kami akan panggil kedua kontraktor tersebut karena mereka menjadi pemenang cadangan, apakah masih minat atau tidak," jelas dia.

Jika memang mereka masih minat, menurutnya, nanti akan diberikan informasi apa saja yang akan dilakukan. Pihaknya sudah menyiapkan. Namun demikian, jika kedua kontraktor tersebut sudah tidak minat untuk melakukan pembangunan Pasar Induk Wonosobo, maka pembangunan Pasar Induk akan diserahkan kepada kontraktor pelaksana yang mampu mengerjakan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.