Penuntasan Kasus Korupsi BKK Pringsurat Dikebut


Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fransisca Juwariyah memberikan keterangan kepada awak media.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kejaksaan Negeri Temanggung terus mengebut pemeriksaan terhadap sejumlah mantan karyawan Perusahaan Daerah (PD) Bank Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung, yang diduga kuat turut terlibat dalam tindak pidana korupsi lembaga tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fransisca Juwariyah berkomitmen pertengahan Juli atau mendekati akhir Juli, pihaknya akan dapat menuntaskan kasus tersebut.

Menurut Fransisca, saat ini tim kejaksaan yang telah dibentuk terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi siang dan malam. Terdapat enam tim kejaksaan, yang masing-masing dipimpin kepala seksi-kepala seksi, terus semangat menuntaskan kelanjutan kasus tindak pidana korupsi, yang sebelumnya menyeret mantan Direktur Utama PD BKK Pringsurat, Suharno, dan mantan Direktur PD BKK Pringsurat, Riyanto.

Dikatakan, saat ini seluruh tim sudah jalan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan kepada sejumlah saksi. "Tim sudah bergerak sejak Minggu (23/6). Dalam seminggu tim melakukan pemeriksaan dua kali. Bukan hanya hari kerja evektif saja, tim juga kerja lembur. Target kami secepatnya kasus ini bisa segera terselesaikan. Jika tidak pertengahan Juli, mendekati akhir Juli mudah-mudahan selesai," beber dia kepada Suara Merdeka, belum lama ini.

Ditanya mengenai ada berapa dugaan jumlah tersangka baru, Fransisca masih enggan memberikan jawaban. Bahkan, mengenai inisial sejumlah mantan karyawan yang diduga kuat turut terlibat dalam tindak pidana korupsi, badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Temanggung itu masih dikantongi. "Saat ini masih pemeriksaan, nanti kalau sudah lengkap saya akan kasih tahu," beber dia.

Lebih lanjut dia menyebutkan terdapat banyak saksi diperiksa oleh masing-masing tim dari kejaksaan. Namun demikian para saksi dinilai masih sangat kooperatif, sehingga pihaknya belum memerlukan tindakan pencekalan atau pembatasan saksi keluar wilayah. "Mereka sangat kooperatif dalam proses pemeriksaan. Karena ini pemeriksaan lanjutan, para saksi sudah mengetahui tahapan-tahapan yang harus dilalui," beber dia.

Sebelumnya, setelah mengeluarkan lima surat perintah penyidikan (Sprindik), Kejaksaan Negeri Temanggung kembali mengeluarkan satu Sprindik baru, terkait pengembangan kasus tindak pidana korupsi PD BKK Pringsurat yang menelan kerugian negara sekitar Rp 114 miliar. Dalam pengembangan kasus tersebut, pihak kejaksaan memungkinkan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah, sepanjang ada fakta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Temanggung, Sabrul Iman mengungkapkan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru, meskipun Sprindik sudah diterbitkan dan sejumlah alat bukti sudah dimiliki. "Kami memang sudah memegang dua alat bukti untuk menetapkan tersangka, tetapi saat ini kami belum menetapkan tersangka baru terkait kasus tindak pidana korupsi BKK Pringsurat," ungkapnya.

Dengan fakta-fakta yang ada, menurut dia, memang tidak menutup kemungkinan akan muncul Sprindik baru untuk memunculkan tersangka baru dalam kasus korupsi yang menelan kerugian negara sekitar Rp 114 miliar. "Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut, akan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah, sepanjang ada fakta," ungkap dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.