Terbukti Jual Motor Kreditan, Viki Kembali Dipenjarakan


Aparat kepolisian mengamankan Viki Achmad Labib (21), warga Dusun Mendongan RT 001 RW 003 Desa Munggangsari Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, pelaku tindak pidana mengalihkan dan menjual sepeda motor jaminan fidusia.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia membatalkan putusan Pengadilan Negeri Temanggung yang menyatakan Viki Achmad Labib (21) tak bersalah dan bebas. Dalam sidang kasasi, warga Dusun Mendongan RT 001 RW 003 Desa Munggangsari Kecamatan Ngadirejo, Temanggung terbukti melakukan tindak pidana mengalihkan dan menjual sepeda motor jaminan fidusia. Dia diputus bersalah dan melanjutkan sisa hukuman kurungan enam bulan penjara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terpidana Viki menjual sepeda motor Honda Vario 125 CBS Matic MMC bernomor polisi AA 6570 Y tahun 2017, yang merupakan barang jaminan dari penerima fidusia PT Federal Internasional Finance (FIF) yang berkedudukan di Jakarta, melalui Kantor Cabang Temanggung, yang beralamat di Jalan Diponegoro Ruko Terminal Lama Nomor 4 Kelurahan Temanggung I Kecamatan dan Kabupaten Temanggung.

Menurut keterangan Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Ngadirejo, Iptu Marimin, barang fidusia dengan sengaja dialihtangankan dan dijual oleh pelaku Viki, padahal kredit baru mulai berjalan, setelah dilakukan pembayaran uang muka dan angsuran pertama. "Pelaku dengan sengaja menjual sepeda motor yang baru dikreditnya dari FIF Group Temanggung kepada orang lain," ujarnya, kemarin.

Dikatakan upaya kekeluargaan sudah ditempuh pihak FIFGROUP kepada pelaku, namun rupanya beberapa kali dilakukan penagihan terkait angsuran, pelaku tetap enggan mengangsur. Pelaku awalnya membayarkan uang muka kredit sebesar Rp 1,2 juta dan angsuran pertama Rp 780 ribu dihitung dalam pembayaran awal. Namun, bulan kedua dan seterusnya, rupanya pelaku enggan membayarkan, dengan alasan sepeda motor sudah dijual ke orang lain.

"Pelaku selalu bilang sepeda motor sudah dijual ke orang lain, jadi barang sudah bukan miliknya. Padahal, dalam perjanjian kredit, pelaku harus membayarkan angsuran sepeda motor tersebut hingga angsuran ke 35 bulan. Karena dinilai sudah tidak ada itikad baik dari pelaku, karena telah memindahtangankan barang fidusia tanpa izin, maka kasus itu dilaporkan kepada aparat kepolisian dan sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung," beber dia.

Saat dikonfirmasi, Pimpinan FIFGROUP Cabang Temanggung, Wakhidin menyebutkan, kasus tindak pidana mengalihkan dan menjual sepeda motor jaminan fidusia, awalnya telah diputus pihak Pengadilan Negeri Temanggung tidak bersalah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupaya menempuh jalur kasasi ke MA dan baru-baru ini hasil kasasi sudah diputuskan. "MA menggugurkan putusan pengadilan. Jadi Viki terbukti bersalah dan harus menjalani sisa hukuman 6 bulan penjara," ungkap dia.

Dikatakan, apa yang dilakukan Viki jelas-jelas menyalahi perjanjian yang sudah dibuat dengan pihak FIFGROUP Temanggung. Upaya kekeluargaan juga sudah ditempuh, namun Viki tetap tak mau bertanggungjawab. "Viki memang sudah memiliki keniatan tidak baik untuk tidak mengangsur motor kreditnya. Setelah membayarkan uang muka sebesar Rp 1,2 juta dan angsuran pertama sekitar Rp 780 ribu, rupanya pada bulan kedua Viki sudah tak mau membayarkan," beber dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat tak melakukan tindakan melawan hukum seperti halnya yang dilakukan terpidana Viki. Karena jika melakukan tindak pidana dengan sengaja mengalihkan dan menjual jaminan fidusia, maka bisa dikenakan pasal 36 Undang-undang Republik Indonesia tentang Penggelapan Jaminan Fidusia junto Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHPidana) tentang tindak pidana penggelapan. (AB)

Berita ini telah dimuat di Koran Harian Umum Suara Merdeka Halaman Fokus Jawa Tengah Senin (29/7).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.