Tujuh Pelaku Pengeroyokan Warga Kalibawang Jadi Tersangka


Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Heriyanto

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Aparat kepolisian telah meringkus tujuh orang pelaku pengeroyokan dua warga Kecamatan Kalibawang bahkan hingga menyebabkan satu meninggal dunia. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Wonosobo, AKP Heriyanto saat dikonfirmasi awak media, mengakui kepolisian telah meringkus tujuh orang pelaku, dan telah menetapkan mereka sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua warga yang menjadi korban pengeroyokan adalah Muhammad Fadlun alias Tukul (39) warga Dusun Kepirang Desa Dempel Kecamatan Kalibawang, Wonosobo dan Sulis (26) warga Desa Pengarengan Kecamatan Kalibawang, Wonosobo. Korban Tukul dikabarkan meninggal dunia karena mengalami luka parah di kepala.

Menurut Heriyanto, ketujuh tersangka pelaku pengeroyokan saat ini telah ditahan di Mapolres Wonosobo. Setelah melakukan pemeriksaan kepada para saksi-saksi dan pelaku, pihaknya menduga Tukul dan Sulis merupakan korban salah sasaran. Dia menuturkan, memang para tersangka sempat terlibat dalam keributan di lokasi pementasan kesenian, di Desa Kauman Kauman Kecamatan Kaliwiro, Minggu (30) sekitar pukul 00.30.

Diterangkan usai pementasan, para tersangka yang masih menyimpan dendam tersebut, kemudian menghadang Tukul dan Sulis. Mereka mengira, keduanya merupakan bagian dari kelompok yang terlibat keributan sebelumnya. Para tersangka mengaku tak mengetahui bahwa kedua korban anggota ormas. Hal itu karena saat itu Tukul dan Sulis tidak mengenakan atribut ormas tertentu.

"Jadi, sebenarnya ini korban salah sasaran. Karena saat itu gelap, para tersangka ini tak mengetahui secara persis, bahwa sebenarnya kedua korban yang diadang sama sekali bukan kelompok yang ribut dengan mereka," urainya. Berdasarkan laporan polisi yang diterima, kedua korban dipukuli menggunakan potongan kayu, sehingga mengakhibatkan kedua korban tidak sadarkan diri.

Mereka kemudian dibawa di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo dan selanjutnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Pihak kepolisian dari Polsek Kaliwiro yang menerima laporan juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menyita barang bukti dan menangkap pelaku. Para pelaku juga telah menjalani penyelidikan di Polsek, hingga akhirnya kasus tersebut dilimpahkan kepada Satreskrim Polres Wonosobo.

Menurut Heriyanto, atas peristiwa kasus tersebut, ketujuh tersangka dijerat menggunakan Pasal 170 ayat 1, tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pihaknya menilai kasus tersebut tidak bisa dikenakan pasal pembunuhan. "Tidak bisa diterapkan pasal pembunuhan, karena ini kan dikeroyok, lalu luka-luka dan pada akhirnya kemudian korban meninggal dunia," pungkasnya. (AB)

2 komentar:

  1. sengaja "menghadang dan mengeroyok" itu artinya sudah ada niat dan sudah di rencanakan,itu menurut penilaian saya,

    dan "yang dikeroyok meninggal" bisa ya tidak termasuk pembunuhan/tidak bisa diterapkan pasal pembunuhan,
    tolong beri pecerahan Min yang bisa diterapkan pasal pembunuhan yang bagaimana

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.