VIRAL Wisatawan Pati Berkeluh Kesah Merasa Parkir 'Dijebak' di Kawasan Dataran Tinggi Dieng


Kondisi saat seorang wisatawan tak bisa mengeluarkan mobilnya lantaran lahan dibuat pager permanen. (Foto: akun facebook Rosse Mimy)

DIENG (FOKUSSABA)- Seorang wisatawan berkeluh kesah lantaran merasa dijebak oknum warga di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Minggu (7/7) pukul 21.30. Keluh kesah itu ia ceritakan melalui sebuah cerita cukup panjang yang kemudian dia posting di media sosial facebook bernama akun Rosse Mimy. Bahkan kisahnya itu semakin viral dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, khususnya warganet.

Dalam postingannya dia menyebutkan pada hari Minggu (7/7) pukul 21.30, peristiwa terjadi di tanah lapang samping Hostel Camelia. Kronologi kejadian, sekitar pukul 19.30, dirinya masuk di kawasan Dieng dengan tujuan mencari makan, sebelum ia melanjutkan perjalanan ke arah Bukit Sikunir. Saat itu tanah lapang di samping Hostel Camelia dalam keadaan terbuka, tanpa palang pintu juga papan pengumuman.

Saat mereka melewati jalan tersebut, terdapat tukang parkir yang menyebutkan masuk-masuk. Karena saat itu memang ia sedang mencari tempat parkir dan di situ mereka melihat banyak juga yang parkir, otomatis ia langsung ikut parkir di situ tanpa pikir panjang. Setelah parkir, mereka ke luar mencari makan. Namun, mereka sangat terkejut, setelah makan dan kembali ke parkiran, tanah lapang itu sudah posisi terpagar.

Ia berpikir, hal itu mungkin karena ditutup sama tukang parkirnya, karena sudah malam demi keamanan. Akan tetapi, ketika ia pegang pagarnya, ia merasa sangat kaget pagar dalam posisi tertutup permanen. Dia juga melihat disetiap tiang-tiangnya seperti ada bekas dipalu, jadi posisi tertancap dalam. Kala itu, ia sempat merasa panik. Kebetulan, didekat lokasi seperti ada beberapa orang yang berkerumun. Ia menilai sepertinya orang lokal.


Gambar tangkap layar keluh kesah yang di posting akun facebook Rosse Mimy (Group Facebook Berita Viral)

Dia berupaya bertanya "Pak kenapa kok tiba-tiba tanah lapang ini terpagar? Bapak itu menjawab, katanya tanah itu milik pribadi dan bukan tempat parkir jadi sama yang punya tanah suruh dipagar. Lalu saya jawab kalau bukan tempat parkir, kenapa ngga ada papan pengumuman dan kenapa tadi ada yang bilang parkir sini aja dan itu juga masih banyak mobil yang parkir, saya kan tidak tau karena saya orang jauh.

Si Bapak kemudian menjawab semua juga orang jauh mas. Yaelahhh perkataan Si Bapak terkesan pekok. Lalu saya bilang kalau bapak ngga percaya ini KTP saya, saya domisili di Pati. Terus ini gimana pak kan saya mau ke luar. Si Bapak malah bilang gak tau. Pemilik akun di dalam hati sudah kepikiran mau lapor polisi saja kayaknya ada niatan yang ngga bener. Kemudian ia bertanya sekali lagi kepada bapak tersebut.

Lha gimana pak, posisi saya tidak tau kecuali kalau tanah lapang itu tadi terpagar dari siang, lalu saya cabut paksa buat parkir, saya salah. Lha ini saya tidak tau apa-apa pak. Si Bapak masih ngotot, katanya pagar terpasang dari siang. Kemudian ia bilang lagi, lha kalau memang pagar terpasang dari siang terus mobil-mobil yang bisa terpakir di situ terbang ya pak saya bilang.


Gambar tangkap layar keluh kesah yang di posting akun facebook Rosse Mimy (Group Facebook Berita Viral)

Hal itu karena posisi saat itu di dalam masih ada enam mobil, termasuk mobilnya. Setelah itu, kata pemilik akun Si Bapak itu ngomong ya kalau masnya mau ke luar, kasih saya Rp 50.000, itu untuk ganti rugi bongkar pasang pagarnya. Kemudian pemilik akun bilang, Oo jadi ini tujuannya jitu sekali jebakan batmannya sambil ngasih uang ke bapak itu. Menurur pemilik akun, ternyata Si Bapak yang ia tanya itu katanya yang punya tanah.

Menurut pemilik akun, baginya bukan masalah Rp 50.000 uang yang diberikan, akan tetapi cara mereka yang sungguh tidak kesatria. "Apakah ini permainan atau gimana, saya tidak tau... Mau ngadu kemana baiknya supaya tidak terulang lagi untuk kedepannya...," ujarnya menutup kisahnya. Hingga Selasa (9/7) pukul 00.22, kisahnya yang di posting di group Berita Viral sudah dibagikan 705 kali, 368 komen dan 1424 like.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya masih menindaklanjuti terkait postingan akun Facebook Rosse Mimy yang viral tersebut. Pihanya belum mengetahui secara pasti, apakah lokasi yang dimaksud salah satu wisatawan tersebut masuk kawasan Kabupaten Wonosobo atau Kabupaten Banjarnegara.

Andang juga mengaku jika hal tersebut memang terjadi di kawasan wisata Kabupaten Wonosobo, pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar tidak ada lagi kejadian parkir yang menarik tarif tidak sesuai semestinya. Dengan adanya kejadian tersebut, sejumlah warganet menilai hal tentu mencoreng citra kawasan wisata Dieng. Jika hal itu terus terjadi, tentu akan sangat berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Dieng. (AB)

Berikut postingan yang ia ceritakan:
Deg deg seerrr pengalaman sya di Dieng..hari ini Minggu tgl 7 Juli jam 21.30 kejadian tanah lapang samping hostel Camelia...kronologi sore sekitar jam 19.30 sya masuk kawasan Dieng dgn tujuan mencari makan sebelum sya melanjutkan perjalanan ke arah Sikunir,wktu itu tanah lapang samping hostel Camelia dalam keadaan terbuka tanpa palang pintu juga papan pengumuman,dan ketika kmi lewat ada tukang parkir yg bilang masuk2 krn sya memang gi nyari tempat parkir dan disitu kami lihat bnyk juga yg parkir otomatis sya langsung ikut parkir disitu tanpa pikir panjang setelah parkir kami keluar nyari makan.Tapi alangkah terkejutnya sya ketika setelah makan dan kembali ke parkiran,tanah lapang itu sdh dalam posisi terpagar..sya pikir oh mungkin ditutup sama tukang parkirnya krn sdh malam demi keamanan..akan tetapi ketika sya pegang pagarnya oh my god pagar dalam posisi tertutup permanen dan dya lihat ditiap tiang2nya seperti ada bekas dipalu jadi posisi tertancap dalam (jujur sya sempat panik) kebetulan didekat situ seperti ada beberapa org yg berkerumun sepertinya org lokal..sya tanya "pak kenapa kok tiba2 tanah lapang ini terpagar? Bpk itu menjawab katanya tanah itu milik pribadi dan bkn tempat parkir jdi sama yg punya tanah suruh dipagar..lalu sya jawab klu bkn tempat parkir knapa ga ada papan pengumuman dan knapa tdi ada yg bilang parkir sini aja dan itu juga masih byk mobil yg parkir,sya kan tidak tau krn saya orang jauh..si bpk menjawab semua juga org jauh mas...yaelahhh perkataan si bpk terkesan pekok...lalu sya bilang klu bpk ga percayavini ktp sya,sya domisili di Pati,trs ini gmn pak kan sya mau keluar..si bpk malah bilang gak tau..(dlm hati dah kepikiran mau lapor polisi aja kayaknya ada niatan yg ga bener) sya tnya sekali lagi .. Lha gmn pak posisi sya tidak tau kecuali klu tanah lapang itu tadi terpagar dri siang lalu sya cabut paksa buat parkir sya salah lha ini sya tidak tau apa2 pak...si bpk masih ngotot katanya pagar terpasang dri siang..sya bilang lagi lha klu memang pagar terpasang dri siang trs mobil2 yg bisa terpakir disitu terbang ya pak sya bilang(krn didalam masih ada 6 mobil termasuk mobil sya)...trs bpk itu ngomong ya klu masnya mau keluar kasih sya 50 ribu,itu untuk ganti rugi bongkar pasang pagarnya...sya hanya ngomong oo jadi ini tujuannya jitu sekali jebakan batmannya sambil ngasih uang ke bpk itu (ternyata bpk yg sya tnya itu katanya yg punya tanah)...teman bagi sya bukan masalah 50 ribunya tapi caranya yg sungguh tidak kesatria,apakah ini permainan atau gmn sya tidak tau....mau ngadu kemana baiknya supaya tidak terulang lgi untuk kedepannya...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.