Ini Sosok Cantik Sang Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Wonosobo


Petugas menerima bendera Merah Putih sebelum Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tingkat Kabupaten Wonosobo di depan Gedung Setda Wonosobo, Sabtu (17/8) kemarin.

Namanya Sri Wulandari. Ia terpilih sebagai petugas pembawa baki Bendera Merah Putih dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke ke 74 tingkat Kabupaten Wonosobo di Alun-alun Wonosobo, Sabtu (17/8) kemarin. Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Apalagi, jika terpilih menjadi pembawa baki bendera, tentu saja hal ini menjadi kebanggaan yang akan dikenang seumur hidup.

Hal itu juga dirasakan pelajar kelas XI SMK Negeri 1 Wonosobo, Jurusan Akuntansi tersebut. Dara kelahiran Wonosobo, 20 November 2002 silam itu memang sudah mempunyai keinginan menjadi anggota Paskibra sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keinginannya itu ketika dirinya melihat kakak kelas yang terlihat keren saat menjadi anggota Paskibra. "Ada kakak kelas yang menjadi Paskibra dan saat itu saya ikut upacara di Alun-alun," ujarnya.

Sebelum menjadi anggota Paskibra, ia harus melewati tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari tes fisik dan psikologi. Namun ia berhasil menyingkirkan setidaknya 315 siswa yang berasal dari SMA sederajat se Wonosobo. Bersama dengan 36 anggota Paskibra lainnya, ia berlatih mulai dari tanggal 1 Agustus 2019 dan akhirnya terpilih menjadi pembawa baki bendera pusaka. "Gak nyangka si awalnya bisa terpilih menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih," akunya.

Dari dulu ia memang bercita-cita menjadi pembawa bendera, apabila terpilih menjadi anggota Paskibra. Dia juga sempat pesimis, tapi setelah terpilih menjadi pembawa baki ia sangat bersyukur sekali. Menjadi pembawa baki, bagi Wulan menjadi sebuah tanggung jawab besar yang harus diembannya. Oleh karena itu cewek asli Desa Kalierang, Kecamatan Selomerto ini berusaha memberikan yang terbaik demi lancarnya upacara ini.

"Saya terus mempersiapkan diri, terutama dari segi mental. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri kalau saya pasti bisa melakukannya. Teman-teman saya juga mampu maka saya pasti mampu. Saya harus menunjukan yang terbaik demi Wonosobo," ungkapnya. Menjadi Paskibra sudah tidak asing lagi baginya, karena sejak duduk bangku di kelas X, ia telah mengikuti ekstrakulikuler Paskibra.

Selain itu, motivasi dari kedua orang tua dan keluarga menjadi modal yang besar atas kesuksesan ini. "Motivasi besar saya dari keluarga. Saya kan berasal dari keluarga kurang mampu karena orang tua saya hanya menjadi buruh lepas. Paskibra itu bukan hanya dari keluarga mampu saja, tetapi saya harus menunjukan walaupun berasal dari keluarga kurang mampu tetapi bisa menjadi anggota Paskibra dan mampu," tuturnya. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.