Kontraktor Diminta Tancap Gas Bangun Pasar Induk Wonosobo


Bupati Wonosobo Eko Purnomo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Wonosobo, Jumat (23/8) sore.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kontraktor proyek pembangunan Pasar Induk Wonosobo diminta segera tancap gas membangun Pasar Induk Wonosobo yang terbengkalai sejak terbakar 22 Desember 2014. PT Delima Agung Utama yang berkantor pusat di Bandung ditarget dapat merampungkan pembangunan pasar terbesar di Wonosobo itu selama 14 bulan, dimulai dari Agustus 2019 sampai dengan Oktober 2020 mendatang.

"Mudah-mudahan setelah peletakan batu pertama ini, pembangunan Pasar Induk Wonosobo, yang sudah kita tunggu bersama-sama, akan berjalan dengan lancar, tanpa halangan berarti. Yang mana pada nantinya, dapat meningkatkan dan menunjang perekonomian warga Wonosobo," ungkap Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Pasar Induk Wonosobo, Jumat (23/8) sore.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Wonosobo itu, kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo sudah ditandatangani pada tanggal 16 Agustus 2019 dan Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) sudah ditandatangani tanggal 21 Agustus 2019, antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Penyedia Jasa atau Kontraktor.
Bupati berharap, pembangunan tersebut bisa berjalan lancar, sesuai yang diharapkan, baik dari sisi teknis maupun waktu pelaksanaan.

Kepada masyarakat Wonosobo, terutama pedagang Pasar Induk Wonosobo, diminta agar bersabar, dan menyadari seperti inilah kondisi yang sedang dihadapi bersama. "Semoga pembangunan ini cepat selesai, sehingga perekonomian masyarakat, khususnya pedagang, kembali pulih dan kesejahteraaan dapat lebih meningkat," harapnya. Pihaknya juga meminta kepada aparat keamanan, mendukung berjalannya proses pembangunan pasar.

Baik dari Kepolisian, TNI maupun Kejaksaan, kami berharap dukungannya, agar pembangunan Pasar Induk Wonosobo berjalan dengan lancar, aman, dan dari awal sampai akhir, tidak terkendala masalah hukum. Tak lupa pula kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, diharapkan juga doa restunya. Kepada kontraktor, Bupati menegaskan, agar segera melaksanakan pekerjaan dengan baik, tepat kuantitas, tepat kualitas dan tepat waktu.

"Kepada masyarakat Wonosobo, disamping para pedagang, yakni para pemilik usaha jasa angkutan kota dan desa, dokar, parkir dan lain-lainnya, kami juga sampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktifitas bapak, ibu, saudara semua, karena terkena dampak pembangunan Pasar Induk Wonosobo. Hal ini semata-mata untuk kepentingan bersama," beber dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wonosobo, Agus Suryatin, selaku Pengguna Anggaran Pembangunan Pasar Induk Wonosobo menyebutkan nilai HPS pembangunan Pasar Induk Kabupaten Wonosobo, sebesar Rp 153.941.949.000, dengan nilai kontrak sebesar Rp 139.963.046.000 dan waktu pekerjaan selama 14 bulan. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.