Pasar Induk Wonosobo Siap Dibangun, Nilai Proyek Rp 139,9 Miliar


Direktur Utama PT Delima Agung Utama, Drajat Winanjar melakukan penandatanganan kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo disaksikan Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan jajaran Forkompimda, dan Kepala OPD terkait, Jumat (16/8) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Setelah lama terbengkalai, pembangunan Pasar Induk Wonosobo akhirnya bakal segera dimulai. Hal itu ditandai dengan telah ditandatanganinya kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dengan pihak ketiga, yaitu PT Delima Agung Utama yang berkantor pusat di Bandung.

Kontrak Pembangunan Pasar Induk Wonosobo ditandatangani antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suprayitno dengan Direktur Utama PT Delima Agung Utama, Drajat Winanjar dengan disaksikan oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan perwakilan dari Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) di Ruang Kerja Bupati, Jumat (16/8) siang.

Sebelum dilaksanakan penandatanganan kontrak, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo selaku penyedia anggaran, Agus Suryatin menyampaikan penandatangan kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo, antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan PT Delima Agung Utama ini bernilai Rp 139.963.046.000 dari Hasil Penghitungan Sendiri (HPS) sebesar Rp 153.941.949.000.

Kegiatan pembangunan pasar terbesar di Wonosobo tersebut ditarget selesai dengan waktu pelaksanaan selama 14 bulan, tahun 2019 sampai 2020. "Anggaran yang digunakan adalah anggaran tahun 2019 sebesar Rp 120.000.000.000, sisanya sebesar Rp 19.963.046.000 menggunakan anggaran tahun 2020. Usai penandatangan kontrak, proses selanjutnya adalah penyerahan Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK)," terang dia.

Untuk penyerahan SPMK direncanakan akan dilaksanakan tanggal 21 Agustus 2019, dan pada tanggal 23 Agustus 2019 akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Wonosobo. Sementara usai menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan Pasar Induk, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, atas dukungan dan kerja kerasnya.

Diharapkan proses pemilihan penyedia barang atau jasa, bisa berjalan dengan lancar. “Siang hari ini bersama-sama, telah kita ikuti penandatanganan kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo, yang menjadi penanda, dimulainya pembangunan, salah satu pusat perekonomian masyarakat terbesar di Kabupaten Wonosobo. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik, bagi segera selesainya permasalahan Pembangunan Pasar Induk Wonosobo," ujarnya.

Dia mengakui, hampir lima tahun pasca kebakaran tanggal 22 Desember 2014, persoalan pembangunan Pasar Induk Wonosobo belum kelar, dan betul-betul sangat ditunggu masyarakat Wonosobo.
Bupati juga menyampaikan, Pasar Induk sejatinya menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat, yang mana sebagian masyarakat Wonosobo menggantungkan mata pencaharian mereka, demi menopang dan menggerakkan perekonomian keluarga, di Pasar Induk ini.

“Secara pribadi, saya ternyuh dan sedih, karena berbagai permasalahan dalam Pembangunan Pasar Induk, jadi penghambat selesainya pembangunan tersebut. Mulai dari persoalan relokasi sementara pedagang, kontrak dengan pihak ketiga yang tidak ditepati pelaksanaannya pada tahun anggaran jamak kemarin, hingga muncul sengketa dengan pihak ketiga,” tambah Bupati.

Dia sangat berharap, agar pada Tahun Anggaran 2019 dan 2020, Pembangunan Pasar Induk bisa selesai tepat waktu dan memenuhi harapan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karenanya, kepada para pihak, dia sangat berharap akan mendapat dukungan yang optimal. "Kepada kontraktor, saya minta, agar segera mempersiapkan dan melaksanakan segala sesuatunya dengan maksimal, sehingga pekerjaan pembangunan bisa segera terlaksana,” harap Eko. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.