Pembangunan Tak Dianggarkan, Pasar Sapuran Terancam Mangkrak


Kondisi Pasar Tradisional Sapuran yang hingga saat ini belum selesai dibangun. Karena tahun ini tak dapat anggaran pembangunan, pasar terancam mangkrak.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo dituding tak memiliki perencanaan yang jelas dalam membangun Pasar Tradisional Sapuran. Pasalnya, kondisi saat ini, pasar tersebut belum juga selesai dibangun. Ditambah pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan kemarin, Pasar Sapuran sama sekali tidak disinggung.

Dengan tak dianggarkannya proses pembangunan Pasar Sapuran tersebut tahun ini, pasar tradisional tersebut terancam mangkrak. Anggota Komisi B DPRD Wonosobo, Murkamtoro membenarkan, pembangunan Pasar Sapuran tidak dapat anggaran tahun ini. "Pada pembahasan KUA-PPAS perubahan kemarin, Pasar Sapuran sama sekali tidak disinggung," ungkap Murkamtoro kepada awak media.

Menurut dia, selain masih punya pekerjaan rumah (PR) pembangunan Pasar Induk Wonosobo yang tak kunjung selesai, Pemkab Wonosobo juga masih memiliki tanggungan untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Tradisional Sapuran. Hal lantaran sampai saat ini memang pasar rakyat tersebut belum juga selesai dibangun. Sementara tahun 2019 ini, pembangunan Pasar Sapuran tidak dianggarkan.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tidak dianggarkannya pembangunan Pasar Sapuran tahun 2019 ini, karena dinas terkait dinilai tidak memiliki perencanaan yang jelas, terhadap kemampuan untuk mengelola pembangunan Pasar Sapuran secara sempurna. Hal ini yang menjadikan kalangan dewan mengabaikan Pasar Sapuran, karena tidak ada perencanaan yang memadai.

"Dinas terkait (Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo-red) tidak mempunyai perencanaan yang memadai untuk bisa menentukan kapan persoalan pembangunan Pasar Sapuran bisa selesai. Sama sekali tidak ada komunikasi," beber dia. Tidak dianggarkannya proyek pembangunan Pasar Sapuran diamini Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Wonosobo, Suprayitno.

Dalam sebuah kesempatan, dia mengatakan, tahun 2018 Pemkab Wonosobo sudah menyelesiakan sejumlah pasar tradisional. Namun hanya satu pasar yang belum selesai, yakni Pasar Sapuran. Untuk menyelesaikan Pasar Sapuran, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran Rp 10 miliar, namun pada tahun 2019, Pemkab Wonosobo tidak mendapat anggaran untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut.

Dia menyebut, pada tahun 2020, pihaknya sudah mengusulkan ke dana alokasi khusus (DAK) pusat Rp 10 miliar. Namun, jika DAK pusat tidak ada gambaran, pihaknya akan tetap mengunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk menyelesaikan pembangunan. "Karena, Pasar Sapuran tetap harus diselesaikan agar tidak mangkrak. Ini saja sudah kelihatan mangkrak, apalagi tidak ada dana penyelesaian," bebernya.

Dikatakan, sebenarnya, Pemkab Wonosobo mengusulkan anggaran untuk pembangunan Pasar Sapuran itu satu tahap, namun keluarnya beberapa tahap. Pembagunan pasar tersebut paling tidak membutuhkan dana Rp 25 miliar. Namun hingga kini baru 15 miliar yang keluar secara tiga tahap. Pembangunan Pasar Sapuran dimulai tahun 2017 akhir dan sudah tiga tahap. Pertama itu Rp 5 miliar, Rp 4 miliar dan yang terakhir Rp 6 miliar, total sudah Rp 15 miliar.

Jadi untuk menyelesaikannya, tentu masih membutuhkan Rp 10 miliar lagi. Oleh karena itu, pihaknya meminta partisipasif aktif dari masyarakat Kecamatan Sapuran untuk berkomunikasi aktif dengan DPRD Wonosobo. Karena yang menentukan anggaran itu DPRD, pihaknya hanya mengusulkan. "Saya berharap besar pada masyarakat di komplek pasar itu agar bisa terlibat aktif. Mendorong DPRD untuk menganggarkan," imbaunya.

Perlu diketahui, proses pembangunan Pasar Sapuran sudah dimulai sejak tahun 2017 akhir. Pembangunan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov), DAK dan dana APBD Wonosobo. Setidaknya hanya Pasar Sapuran yang hingga kini masih menyisakan masalah. Lima pasar tradisional lain yakni di Kecamatan Kepil, Leksono, Selomerto, Kejajar dan Watumalang yang dibangun bersamaan, sudah rampung semua. (AB)

Berita ini telah diturunkan di suaramerdeka.com Sabtu (10/8) pukul 22.55

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.