PT DAU Dipandang Miliki Kemampuan Uang Jaminan


Bupati Wonosobo Eko Purnomo berdialog dengan Direktur Utama PT Delima Agung Utama, Drajat Winanjar di Kantor Bupati Gedung Setda Wonosobo, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonosobo, Agus Fajar Wibowo menilai PT Delima Agung Utama (DAU) memiliki kemampuan keuangan atau uang jaminan untuk membangun Pasar Induk Wonosobo. Dimana, mereka memiliki keuangan untuk batas minimal 10 persen dari nilai kontrak atau sekitar Rp 15,39 miliar.

Menurut dia, kelompok kerja (Pokja) pembangunan Pasar Induk Wonosobo sudah melakukan sejumlah tahapan untuk mempercepat proses pembangunan, diantaranya mengundang dan memastikan kesiapan pihak pemenangan kedua. Saat diklarifikasi, perusahaan tersebut ternyata telah menyiapkan uang jaminan sebesar Rp 16 miliar. "PT DAU memiliki kemampuan uang jaminan di atas 10 persen nilai kontrak, Rp 15,39 miliar,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurutnya, pihak pokja juga sudah memangil PT DAU untuk meminta informasi lengkap tentang perusahaan dan klarifikasi. Bahkan tim langsung melakukan kunjungan lapangan atau pengecekan langsung. Pada tanggal 15 Juli 2019, pokja sudah klarifikasi ke PT DAU yang kantornya berada di Bandung. "Kita terjunkan tim, untuk memantu kondisi kantor dan kesiapan kontraktor, semua kan harus clear,” beber dia.

Sejumlah tahapan akan dilakukan oleh pokja, diantaranya tanggal 23 Juli 2019 dilakukan ans wizjing atau undangan rapat pekerjaan, sedangkan tanggal 26 Juli sampai 31 Juli 2019 dilakukan klarifikasi tentang dokumen yang diajukan. Kesiapan adminsitrasi hingga teknis, peralatan, keuangan dan sumber daya serta metodologi cara membangun Pasar Induk Wonosobo juga sudah.

Mantan Camat Leksono itu menambahkan, jika semua sudah jelas, kontraktor akan langsung bekerja. Karena sudah clear, maka langsung bekerja, dalam waktu lima bulan harus mampu menghabikan uang hingga Rp 120 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo Agus Suryatin mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi melancarkan proses pembangunan pasar.

Sejumlah pedagang yang harus direlokasi, sudah bersedia mensterilkan kawasan pasar sebelah barat. "Kita sudah lakukan pertemuan-pertemuan khusus untuk rekayasa lalu lintas. Kita putuskan dua hari pengaturan itu. Sudah ada 14 pedagang, yang kita identifikasi, mereka sudah punya tempat penampungan, jadi sejauh ini tidak ada masalah,” pungkasnya.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak pembangunan Pasar Induk Wonosobo telah dilakukan. Penandatanganan dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suprayitno dengan Direktur Utama PT Delima Agung Utama, Drajat Winanjar dengan disaksikan oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan jajaran Forkompimda, Kepala OPD terkait dan perwakilan dari Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) di Ruang Kerja Bupati, umat (16/8) siang. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.