Sebanyak 135 Kader Siaga Trantib Digembleng Pelatihan


Pemateri dari Kodim 0707 Wonosobo memberikan paparan dalam pelatihan bagi sebanyak 135 orang kader siaga trantib di Kabupaten Wonosobo, Selasa (27/8) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo menggelar pelatihan bagi sebanyak 135 orang kader siaga trantib di Kabupaten Wonosobo, Selasa (27/8) siang. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti ratusan kader siaga trantib se Kabupaten Wonosobo yang telah dibentuk sejak 2015.

"Kader siaga trantib di Kabupaten Wonosobo merupakan komponen masyarakat yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah dan Keputusan Bupati Wonosobo pada tahun 2015 lalu dengan tugas dan fungsi sebagai salah satu komponen penjaga tramtibum di tingkat desa atau kelurahan yang berada di bawah koordinasi Satpol PP," ungkap Kasatpol PP Wonosobo, Haryono.

Dalam pelatihan yang berlangsung pada tanggal 27-28 Agustus 2019 ini diisi dengan berbagai materi dari para narasumber antara lain Satpol PP, Kodim 0707/Wonosobo, Polres Wonosobo dan Kantor Kesbangpol Wonosobo. Kader siaga trantib sebagai wadah partisipasi masyarakat secara swakarsa, diharapkan bisa bersama-sama dengan pemerintah dan aparat lainnya dalam menjaga trantibum di masyarakat.

Anggotanya pun berasal dari berbagai macam latar belakang. Anggota kader siaga trantib berasal dari berbagai latar belakang antara lain anggota perlindungan masyarakat (linmas), tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga) tokoh pemuda (toda) serta perangkat desa. Dalam pelatihan yang digelar di Resto Kampoeng Dieng ini, ditekankan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi kader siaga trantib.

"Kami menekankan tentang pemahaman tugas dan fungsi kepada setiap anggota kader siaga trantib agar dapat berfungsi maksimal dalam rangka memelihara tramtibum di masyarakat. Tak hanya di Wonosobo, kader siaga trantib juga sudah terbentuk di kabupaten atau kota lain di Provinsi Jawa Tengah," beber dia.

Kurang lebih sudah terbentuk sebanyak 15.588 orang anggota KST di kabupaten atau kota di Jawa Tengah dan diharapkan kedepan dapat saling bersinergi dalam mewujudkan kondisi tramtibum di tengah-tengah masyarakat. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.