Sembilan PGOT Terjaring Razia, Seorang Pengemis Kantongi Rp 20 Juta


Petugas gabungan melakukan razia PGOT di wilayah kota Wonosobo guna dilakukan pendataan dan pembinaan di Dinas Sosial dan PMD Wonosobo, Selasa (13/8) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sembilan orang pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) terjaring razia penertiban yang dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonosobo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan tim operasi. Dari sembilan PGOT, salah seorang pengemis kedapatan membawa uang sekitar Rp 20 juta dari dalam kantongnya.

Petugas Dinas Sosial PMD Wonosobo, Mutangaliyah menyebutkan operasi yang dilaksanakan Selasa (13/8) pagi berhasil menjaring enam orang pengemis, satu orang pengamen dan dua orang psikotik di seputar Kota Wonosobo, seperti Pasar Induk dan Alun-alun. Selain di seputar Kota Wonosobo, operasi juga dilaksanakan sampai wilayah Desa Sawangan Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dia menjelaskan, diadakannya kegiatan operasi penjaringan PGOT di wilayah dalam kota Wonosobo untuk menjaga kenyamanan, keamanan ketertiban serta kebersihan kota, dari pengemis dan gelandangan yang banyak dijumpai di Pasar Induk, Alun-alun dan seputar Kota Wonosobo. Para penyandang masalah sosial tersebut selanjutnya dibawa ke kantor Dinas Sosial dan PMD Wonosobo.

Mereka kemudian ditampung sementara di fasilitas shelter yang ada. Setelah dilakukan pendataan, mereka akan dibina dan selanjutnya dikembalikan ke pihak keluarga maupun desa. Ke sembilan orang PGOT yang terjaring penertiban, delapan orang dari Wonosobo dan satu orang dari luar kota. Untuk pengemis, pengamen dan pemulung serta psikotik yang berasal dari Wonosobo dan kabupaten tetangga.

Setelah dibina, mereka akan dikembalikan ke keluarga masing masing, dengan cara dijemput oleh pihak keluarga, saudara maupun perangkat desa. Dari pendataan dan pemeriksaan barang bawaan para pengemis, petugas mengamankan uang puluhan juta rupiah dan dikembalikan ke masing masing pengemis.

Untuk pengemis yang membawa uang sekitar Rp 20 juta rupiah berasal dari Wonosobo, sudah dijemput oleh perangkat desa setempat. Sementara untuk pengemis yang lain ada yang membawa uang sekitar Rp 200 ribu, Rp 150 ribu dan Rp 100 ribu. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.