Sengaja Bakar Hutan Diancam Penjara 15 Tahun


Petugas kepolisian dari Polsek Kertek memasang imbauan berupa banner mengenai larangan membakar hutan, Rabu (14/8) siang.

KERTEK (FOKUSSABA)- Polsek Kertek dan Perhutani terus memberikan imbauan kepada masyarakat maupun pendaki agar tak membuat perapian di gunung. Imbauan itu disampaikan baik secara tatap muka maupun memasang papan pengumuman atau banner. Hal itu karena musim kemarau ini bencana kebakaran hutan masih rawan terjadi. Seperti halnya yang terjadi di kawasan Gunung Sumbing yang terbakar, serta di Gunung Sindoro dan Sumbing pada tahun 2018 lalu.

Walaupun kebakaran saat ini tidak terjadi di wilayah hukum Polsek Kertek, Kanit Reskrim Polsek Kertek Ipda Slamet Riyanto, beserta tiga anggota Polsek Kertek melaksanakan imbauan dan sosialisasi kepada para pendaki Gunung Sindoro di Basecamp Pajero yang terletak di Dusun Anggronggondok Desa Reco, Kecamatan Kertek. Imbauan dilakukan bersama petugas Perhutani. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan kebakaran hutan.

Dalam imbauannya kepada para pendaki Gunung Sindoro, Kanit Reskrim Polsek Kertek diwakili Bhabinkamtibmas Bripka Wahyu Jatmiko menyampaikan bahaya kebakaran hutan, serta himbauan agar saat melakukan pendakian untuk berhati-hati. “Musim panas 2019 ini cukup panjang, banyak daun, ranting dan semak belukar kering. Jangan buang puntung rokok sembarangan jangan meninggalkan api maupun bara di gunung, alangkah baiknya jangan sampai membuat api demi keamanan bersama," pintanya.

Lebih lanjut Bhabinkamtibmas andalan Polsek Kertek itu menjelaskan berdasarkan Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, terutama pasal 50 ayat (3) huruf d, setiap orang dilarang membakar hutan dan huruf I, dilarang membuang benda-benda yang dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan serta membahayakan keberadaan atau kelangsungan fungsi hutan ke dalam kawasan hutan.

Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Sedangkan barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf l, diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selesai melaksanakan pemasangan banner dan imbauan kepada para pendaki di Basecamp Pajero, Kanit Reskrim Polsek Kertek dan anggota melanjutkan menuju Basecamp Pendakian Gunung Kembang di Desa Damarkasihan. Tampil kali ini memberikan penyuluhan adalah Bhabinkamtibmas Bripka Rifanto Hadi. Selain menyampaikan imbauan kepada pengurus Basecamp juga kepada para pendaki Gunung Kembang.

Sebelum meninggalkan lokasi basecamp Kanit Reskrim mengakak, mari bersama-sama jaga hutan kita, dengan hutan yang terjaga para pendaki tetep akan bias menikmati keindahan alam di wilayah Wonosobo dan yang utama hutan lindung tersebut juga berfungsi sebagai pengikat air tanah yang bias menjaga dari kelonsoran maupun kehabisan air tanah," ajak Ipda Slamet. (A)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.