Diterjang Angin Puting Beliung, Belasan Rumah Dikabarkan Rusak


Sejumlah warga melihat kondisi rumah yang porak-poranda karena diterjang angin puting beliung di Dusun Jenggeran Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Rabu (25/8) sore.

KALIKAJAR (FOKUSSABA)- Puluhan rumah penduduk di Dusun Jenggeran Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, porak poranda, akibat diterjang angin puting beliung, Rabu (25/9) sore tadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga masyarakat sekitar, angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 sore. Kondisi itu menyebabkan sejumlah atap rumah penduduk rusak.


Menurut keterangan warga Dusun Jenggeran Desa Butuh Kidul, Kofa Syaiin, awal mula kejadian situasi langit tampak mendung, namun belum terjadi hujan maupun gerimis. Tak lama berselang, terdapat angin menggulung berwarga hitam pekat. Angin bergerak dari arah selatan kemudian menyapu sejumlah rumah penduduk. Karena angin bergerak cukup kencang dengan posisi menggulung, warga hanya bertahan di dalam rumah.

Sejumlah warga yang merasakan atap rumahnya yang terbuat dari seng terbawa angin puting beliung, mereka hanya bisa menjerit dan menangis. Dikatakankan, saat kejadian tidak ada hujan. Namun, tiba-tiba datang angin dengan posisi menggulung. Kira-kira angin itu durasinya sekitar satu setengah menit. "Warga hanya bisa membaca istighfar, ada juga yang nangis," ungkap Kofa saat dimintai keterangannya melalui saluran ponsel.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pihaknya sempat memvideo datangnya angin kencang tersebut. Bahkan pakaian yang tengah dijemur di depan rumah penduduk turut terbawa gulungan angin puting beliung tersebut. Untuk rumah penduduk yang terkena dampak angin kencang tersebut sekitar 20 rumah. Kondisi kerusakan rumah penduduk, rata-rata pada bagian atap yang terbuat dari seng akibat terlepas.

Kondisi angin puting beliung tersebut sudah terjadi dua kali di dusunnya pada bulan ini. Namun demikian, pihaknya sangat bersyukur dua kejadian bencana alam tersebut masih aman terkendali, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja terdapat kerugian akibat sejumlah rumah penduduk yang rusak. "Di bulan ini sudah terjadi dua kali. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," akunya.

Menurut dia, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada aparat kepolisian. Karena sudah kondisi gelap, saat ini warga belum bisa melakukan penanganan pembenahan atap rumah yang rusak. Dimungkinkan warga akan melakukan kerja bakti penanganan sejumlah rumah yang terdampak angin puting beliung pada Kamis (26/9) besok. "InsyaAllah besok warga akan kerja bakti membantu memperbaiki rumah penduduk yang rusak. Penanganan saat ini atap pakai terpal," jelas dia.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Kalikajar, Iptu Budi Rustanto membenarkan adanya kejadian bencana alam angin puting beliung tersebut. Namun demikian pihaknya terlambat mendapat laporan kebencanaan dari masyarakat tersebut. Kondisi saat ini pihaknya telah menerjunkan sejumlah anggotanya guna mendata dan membantu para korban terdampak. "Siap laporan terlambat masuk pak, ini anggota baru cek TKP (tempat kejadian perkara,red)," ujarnya singkat. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.