Empat Kali Akses Galian C Ilegal di Sontonayan Diblokir Warga


Ratusan warga memblokir jalan masuk ke lokasi galian C ilegal di Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kamis (10/10) lalu.

KERTEK (FOKUSSABA)- Geram dengan aktivitas penambangan galian c tak berizin, ratusan warga Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek memblokir jalan ke lokasi penambangan. Mereka nekad kembali memblokir jalan, meskipun sudah empat kali dilakukan penutupan jalur dan tetap dirusak orang-orang yang melakukan aktivitas penambangan ilegal. Sebelum penutupan, ratusan warga yang kebanyakan petani menggeruduk dan menutup jalan menuju lokasi tambang galian C.

Salah satu warga Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Tuhyono mengatakan, warga Dusun Sontonayan tidak setuju dengan adanya tambang galian C di wilayah ini. Alasannya karena aktivitas penambangan galian C ini mengganggu aktivitas para petani. "Jalan yang dilewati penambang ini adalah jalur aktivitas para petani, jadi sangat mengganggu. Selain itu, dampak adanya galian C itu adalah merusak lingkungan," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, warga Dusun Sontonayan berkomitmen menolak adanya tambang galian C di Sontonayan dengan menutup akses jalan menuju tambang. Penutupan ini, katanya, sudah dilakukan empat kali, namun terus dirusak oleh pihak penambang. "Awalnya aktivitas penambangan terjadi pada tahun 2014, tetapi warga menolak dan menutup jalan menuju tambang. Hingga sekarang warga sudah menutup sebanyak empat kali ini karena terus dirusak," imbuh dia.


Aparat kepolisian mengawal aksi ratusan warga saat memblokir jalan masuk ke lokasi galian C ilegal di Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kamis (10/10) lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, dampak galian C ini mulai dirasakan salah satunya adalah berkurangnya debit air di Dusun Sontonayan. Para warga juga merasa khawatir apabila terjadi bencana maka yang perama kali terdampak adalah Dusun Sontonayan. "Sudah pernah terjadi banjir hingga ke lahan pertanian dan jalan. Kalau galian C ini diteruskan dan terjadi banjir yang lebih parah, maka Dusun Sontonayan yang akan pertama kali terkena," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sontonayan Suwandi mengemukakan, penolakan terhadap kegiatan penambangan galian C liar di Dusun Sontonayan merupakan inisiasi warga. Mereka takut lahan pertanian rusak dan ancaman lingkungan berupa hilangnya air dan banjir bandang. “Karena itu kehendak dari warga, kami tentu saja mendukungnya. Pemerintah desa tentu harus mengayomi,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan bahwa penolakan warga terhadap aktivitas penambangan galian C tetap berjalan dengan damai dan tertib. Sebab, ratusan warga hanya melakukan pemasangan portal di pintu masuk ke area galian c liar saja. Portal yang dipasang warga juga tidak semua menutup akses jalan. "Portal hanya menutup akses kendaraan lebih dari dua. Sementara untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua masih bisa,” tutur dia. (AB)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.