Rencana Reaktivasi Rel KA Purwokerto-Wonosobo Makin Terlihat, KAI Kaji Tanah


Petugas saat melakukan penyelidikan tanah di calon jalur atau trase baru kereta api (KA) yang melintasi berbagai wilayah dari jalur Purwokerto hingga Wonosobo. (Dok Warga)

SELOMERTO (FOKUSSABA)- Kabar baik bagi masyarakat Wonosobo yang terus mendambakan adanya moda transportasi kereta api sampai ke Wonosobo seperti sedia kala. PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini masih melakukan penyelidikan tanah di calon jalur atau trase baru kereta api (KA) yang melintasi berbagai wilayah dari jalur Purwokerto hingga Wonosobo. Informasi dari masyarakat, penyelidikan tanah sudah dilakukan di wilayah Wonosobo.

"Persiapan pasang Rel KAI, dalam pengukuran sepanjang jalan Pakuncen Selomerto," ujar Sulthan Noels saat membagikan gambar kegiatan penyelidikan tanah di calon jalur atau trase baru kereta api (KA) di salah satu WhatsApp Group (WAG) di Wonosobo, Jumat (18/10) sore. Kegiatan itu dilakukan PT Bina Index Colsult Bandung, konsultan pelaksana pekerjaan basic desain reaktivasi kereta api lintas Purwokerto-Wonosobo.

Mengutip laman satelitpost.com, rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo, terus berlanjut. Saat ini PT KAI masih melakukan penyelidikan tanah di calon jalur atau trase baru kereta api (KA) yang melintasi berbagai desa di daerah Banjarnegara Selatan. Konsultan pelaksana pekerjaan basic desain reaktivasi kereta api lintas Purwokerto-Wonosobo, PT Bina Index Colsult Bandung.

Mereka menggunakan metode pengeboran (boring) di sekitar patok-patok Benchmark (BM) dan patok Control Point (CP) yang sebelumnya dipasang mulai Desa Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok hingga Tunggara (batas Wonosobo). Yayan, petugas pengeboran tanah di Desa Kutawuluh Kecamatan Purwanegara mengatakan, penyelidikan tanah dilakukan di sekitar patok BM dan CP, mulai dari Stasiun Purwokerto hingga Wonosobo.

Menurutnya, penyelidikan tanah dengan metode boring bertujuan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah pada lokasi yang akan dibangun fondasi dari tiap tebal lapisannya.
“Kita menjalankan pengeboran yang hasilnya nanti akan menjadi kajian tim. Ada dua jenis patok, yakni BM dan CP yang terpasang di 46 titik di mana titik 0 berada di Stasiun Purwokerto,” kata Yayan pada Jumat (11/10) lalu.

Titik-titik yang lain tersebar di beberapa daerah, seperti di daerah Tanjung dan Kedungrandu. Setelah Kedungrandu, patok berikut terpasang di Gunungtugel dan selanjutnya ke arah timur (Sokaraja).

Sedangkan titik terakhir yaitu patok BM dan CP 46, terletak di kota Wonosobo atau sekitar 96 kilometer dari titik 0. Khusus di Banjarnegara, terpasang di 25 titik, mulai dari BM dan CP 16 di selatan RS Emmanuel Klampok hingga BM dan CP 41, di Desa Tunggara, perbatasan Wonosobo.

Patok-patok BM dan CP berlogo Kemenhub dan bertuliskan Ditjen Perkeretaapian itu, letaknya berdekatan dengan patok-patok BM yang dipasang saat dilakukan studi trase reaktivasi kereta api lintas Purwokerto-Wonosobo pada 2015 silam. Letak patok berada di tempat permanen seperti tepi jalan dan saluran irigasi.

Rencana reaktivasi jalur KA lintas Purwokerto-Wonosobo untuk wilayah Banjarnegara, tidak menggunakan trase lama. Karena sebagian besar berimpitan dengan jalan raya dan banyak yang telah berubah menjadi pemukiman.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, beberapa waktu lalu menyatakan, Pemkab sangat mendukung rencana pemerintah melalui Ditjen Perkeretaapian Kemenhub untuk menghidupkan kembali kereta api lintas Purwokerto-Wobosobo. “Ini akan sangat menunjang objek wisata Dieng dan mendongkrak perekonomian,” katanya. (AB)

Referensi berita:
https://satelitpost.com/regional/banjarnegara/pt-kai-kaji-tanah-bakal-trase-baru

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.