Satpol PP Tertibkan Kegiatan Penambangan Pasir Sungai di Dekat Jembatan


Sejumlah petugas Satpol PP Wonosobo melakukan penertiban dan sosialisasi mengenai bahaya penambangan pasir sungai di dekat lokasi jembatan, kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo menertibkan aktivitas penambangan pasir sungai di dekat lokasi jembatan di tiga kecamatan di wilayah Wonosobo. Petugas juga berupaya memberikan sosialisasi kepada para penambang pasir manual akan bahayanya menambang pasir di dekat area jembatan.

"Kami menyasar tiga wilayah kecamatan, yakni Kalikajar, Watumalang dan Mojotengah selama dua hari. Di tiga wilayah kecamatan tersebut telah diadakan penertiban untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pasal 44 ayat 2," ungkap Kepala Satpol PP Wonosobo, Haryono.

Menurutnya, bunyi pasal itu ialah setiap orang atau badan dilarang melakukan penambangan pasir di sungai yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dengan ketentuan bagi pelanggar dikenai sanksi kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. “Penertiban dan sosialisasi ini juga mengantisipasi terjadinya kerusakan jembatan yang ada di atas sungai yang berpotensi rusak akibat pengerukan pasir di sekitar jembatan," beber dia.

Hal itu mengingat mayoritas penambangan di sungai ada di sekitar jembatan. Selain juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan sungai karena sudah masuk musim hujan. Agenda penertiban juga sekaligus mendata para penambang yang jumlahnya berkisar antara 40 hingga 60 orang dalam satu kawasan.

Para penambang juga sudah berkelompok, sehingga bisa dilakukan sosialisasi bersama. Menurut Haryono, dalam sosialisasi juga disampaikan untuk mengajukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sesuai peraturan perundangan. Para penambang juga diimbau untuk tidak menempatkan atau mengangkut pasir sungai di tepi jalan yang akan mengganggu arus lalu lintas.

“Kami imbau para penambang di tiga wilayah, yakni di Jembatan Sungai Bogowonto, kawasan Jembatan Siwatu, dan Bondalem untuk mematuhi ketentuan dari Perda dan untuk segera mengurus IUP dan dalam penertiban dua hari kemarin kami menerjunkan 20 orang personil Satpol PP,” imbuh Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP, Musafak.

Dikatakan Musafak, para petugas juga terus mengingatkan para penambang untuk waspada terhadap resiko bahaya banjir maupun tanah longsor, terlebih kawasan yang mereka tambang cukup rawan banjir karena jalur sungai-sungai besar atau sungai utama. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.