Teror Pelaku Pencurian Pecah Kaca Mobil Hantui Warga di Wonosobo


Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi pencurian pecah kaca mobil di wilayah Jalan Raya Kertek-Kalikajar, Selasa (26/11) petang.

KALIKAJAR (FOKUSSABA)- Teror pelaku pencurian dengan cara pecah kaca mobil masih menghantui wilayah Kabupaten Wonosobo. Belum genap sepekan kejadian pecah kaca mobil di Jalan Kertek Wonosobo, kasus pecah kaca mobil kembali terjadi pada Selasa (26/11) petang. Kali ini peristiwa terjadi di tepi Jalan Raya Kertek-Kalikajar, tepatnya empat meter dari warung makan Lamongan Pak Joko, masuk Dusun Tempelsari, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Kalikajar, Iptu Budi Rustanto, mengenai kejadian aksi pencurian dengan pemberatan dengan cara pecah kaca mobil Avanza warna putih bernomor polisi R 9231 CK pada Selasa (26/11) sekitar pukul 19.10. Kejadian berawal dari laporan korban Yogi Nofyan (34) warga Jalan Semadar Gang Bojor RT 03 RW 018 Kelurahan Cilacap Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Ia kehilangan satu unit leptop merek HP ditaksir seharga kurang lebih Rp 3 juta dan uang tunai Rp 5 juta. Total kerugian Rp 8 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat kepolisian, korban bersama dua rekannya, yakni Giri Sugiarto (46) warga Jalan Murai RT 04 RW 022 Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan dan Azwar Habib (39), warga Jalan Beo Timur Nomor 20 RT 06 RW 04, Kecamatan Cilacap Selatan. Mereka sudah tiga kali berkunjung ke rumah temannya yang bernama Heru Kurniawan (37) warga Kampung Tempelsari RT 01 RW 01, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, pada Selasa petang.

Mereka akan membahas pekerjaan proyek sungai di Cilacap. Saat berkunjung pada Selasa, sekitar 18.30 sedang banyak tamu, sehingga mereka parkir di tepi Jalan Raya Tempelsari, Desa Maduretno, Kalikajar. Setelah itu mobil dikunci dan ditinggal untuk makan di warung Lamongan di tepi jalan sekitar empat meter dari lokasi mobil terparkir. Selesai makan, mereka bermaksud berkunjung ke rumah Heru dengan membawa dokumen proyek di dalam mobil.

Namun, saat Giri Sugiarto yang menjadi sopir akan membuka pintu, bermaksud mengambil tisu, ternyata kaca pintu mobil bagian kanan depan sudah ambyar (pecah). Setelah dicek bersama korban dan saksi Habib ternyata tas biru berisi uang Rp 5 juta, laptop merk HP, dokumen proyek beserta ATM BRI, buku tabungan BRI milik korban yang ditaruh dijok samping sopir, rupanya sudah hilang. Mereka selanjutnya melaporkan kejadian pencurian pecah kaca mobil itu ke Polsek Kalikajar.

Kasus pencurian dengan cara pecah kaca mobil tersebut saat ini tengah ditangani pihak kepolisian untuk memburu pelaku pencurian. Modus operandi, pelaku melakukan pencurian dengan memecah atau mencongkel kaca mobil bagian kanan depan mobil hingga ambyar. Setelah itu pencuri mengambil tas biru berisi uang dan barang yang ada di dalam mobil Avanza warna putih tersebut. Aparat kepolisian saat ini terus memburu para pelaku. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.