Habib Ali 'Hipnotis' Ribuan Warga Wonosobo dengan Lantunan Shalawat


Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf melantunkan shalawat dengan diiringi group Az Zahir saat Kertek United Bersholawat di komplek Pasar Kertek Wonosobo, Rabu (11/12) petang.

KERTEK (FOKUSSABA)- Ribuan warga tumpah ruah dalam gelaran Kertek United Bershalawat di komplek Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo, Rabu (11/12) petang. Mereka hanyut dalam lantunan shalawat yang dipandu Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dengan diiringi group Az Zahir. Meskipun berdesak-desakan, warga masyarakat tampak antusias mengikuti setiap lantunan lagu-lagu shalawat yang didendangkan.

"Alhamdulillah saya dan para habaib selama dua malam berturut-turut berada di Wonosobo. Melantunkan shalawat bersama warga masyarakat dengan penuh suka cita. Semoga apa yang dilantunkan bersama-sama ini dapat menjadikan manfaat dan kelak akan dapat syafaat dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam," ungkap Habib Ali memberikan mauidzoh khasanah usai mendendangkan sejumlah lantunan shalawat bersama ribuan ummat Islam.

Menurut dia, sekitar 1.400 tahun yang lalu sudah diceritakan, sahabat Nabi yang menanyakan kapan datangnya hari kiamat? Rasullullah mempertanyakan kepada sabahatnya, andai benar datang hari kiamat, modalmu apa? Kok berani-beraninya mempertanyakan kapan datangnya hari kiamat. Menurut, sahabat Nabi tersebut, modal yang menguatkannya mempertanyakan itu adalah cinta di dalam hatiku kepadamu ya Rasulullah.

Menurut dia menanamkan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW, niscaya Allah memasukannya kepada surga kelak. Lebih lanjut Habib Ali menyebutkan, dalam sehari terdapat 24 jam, namun waktu yang digunakan untuk ibadah hanya sekitar 25 menit. Sementara sisanya, banyak di antara kita yang menggunakan waktu yang ada dengan hal-hal bukan bernilai ibadah. "Ada yang digunakan untuk maksiat, ada yang digunakan untuk berdzikir, ada yang digunakan untuk bershalawat dan berbagai aktivitas lain," tuturnya.

Dijelaskan, jika waktu yang panjang dipergunakan untuk ibadah kepada Allah, maka ia beruntung. Akan tetapi jika tidak dimanfaatkan untuk hal positif dan ibadah, sangat sayang sekali. "Jika tidak ada kegiatan shalawat pada malam ini, bisa saja kita sedang tidur, bisa sedang bermain-main, bisa sedang mabok-mabokan atau bisa sedang apapun," imbuhnya.


Ribuan warga antusias mengikuti Kertek United Bershalawat di komplek Pasar Kertek Wonosobo, Rabu (11/12) petang.

Namun dengan adanya shalawat yang digelar Kretek United pada malam ini, ada ribuan ummat Nabi Muhammad diberikan hidayah untuk datang dan mengikuti shalawat bersama di tempat ini. Sebelum kegiatan shalawat petang ini, Wonosobo mendapat barokah diguyur hujan. Namun, setelah adanya kegiatan shalawat alhamdulillah langit memberkahi dengan tidak menurunnya air hujan.

Habib Ali menyebutkan, hidup di dunia ini hanya menunggu antrean untuk menuju kematian. Tidak ada yang tahu umur manusia akan sampai kapan. Dia juga menyikapi mengenai dunia permedsosan di Indonesia yang sudah semakin parah. Saat ini makin marak pengguna medsos yang menggunakannya untuk menyebarkan kebencian, menyebarkan hoax, menghujat para ulama atau habaib, memfitnah organisasi Islam dan berbagai hal yang dilakukan untuk memperpecah belah persatuan. Membuat gaduh bangsa dan lainnya.

"Pada malam hari ini semoga diampuni segala dosa-dosanya. Diberi keberkahan dalam hidupnya. Dipertemukan dengan baginda Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat nanti. Semua yang dilakukan ummat Nabi Muhammad pada malam hari ini diharapkan saat di akhirat berkumpul dengan Rasulullah. Saat ini sudah akhiruzzaman, banyak yang menasihati orang lain, namun dirinya tidak melakukan introspeksi diri, dengan kesadaran diri melakukan kebaikan," tutur dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.