Politik Uang Dinilai Jadi Akar dari Korupsi, Bawaslu Wonosobo Luncurkan Album Tolak Politik Uang


Anggota Bawaslu Wonosobo menyerahkan secara simbolis buku hasil Pengawasan Pemilu 2019 di Kabupaten Wonosobo.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Jelang Pilkada 2020 Bawaslu Kabupaten Wonosobo meluncurkan Album Musik Tolak Politik Uang. Album dengan debut Bawaslu Wonosobo In Collaboration With Community tersebut, berisi enam lagu berisi pesan ajakan Tolak Politik Uang. Album Musik Tolak Politik Uang diluncurkan bersamaan dengan peluncuran buku hasil Pengawasan Pemilu 2019 di Kabupaten Wonosobo.

Tak hanya itu, dalam Acara Gelar Budaya Bawaslu Wonosobo yang dihelat di Gerbang Mandala Wisata Minggu (8/12/2019) juga digelar festival kuda kepang tolak politik uang. Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo,
Sumali Ibnu Chamid menyatakan, peluncuran album musik tolak politik uang merupakan buah kerja antara Bawaslu dengan komunitas seni di Wonosobo selama dua tahun.

“Jadi sejak 2017, kami sudah berkolaborasi dengan komunitas musik. Pada tahun 2018, Komunitas Wonosobo Rock City dengan kepedulianya menciptakan lagu No Money Politic,” katanya. Dari satu lagu ini, kata Sumali, beberapa komunitas musik di Wonosobo tergerak untuk terlibat. Di antaranya Komunitas Wonosobo Elekton (Welkom), komunitas Sholawat Ahbaburasul, komunitas Hip Hip, Komunitas Reagge Java Town, dan Komunitas Kandank Seni Mandala.

“Album musik ini kompilasi multi genre musik, dari dangdut, rock, hip hop, reagge dan sholawat. Semua berisi ajakan tolak politik uang,” katanya. Dikatakan dia, setelah diluncurkan, Bawaslu Wonosobo juga akan bekerjasama dengan sejumlah radio. Tujuanya agar musik tersebut diputar dan bisa didengar warga luas. “Musik punya kekuatan sendiri untuk menyapa pemdengarnya. Nadanya sayap imajinasi dan syair dan rima gugah pikiran dan kesadaran,” tegasnya.

Assisten 1 Sekda Wonosobo Aziz Wijaya mewakili Bupati Wonosobo mengatakan, upaya Bawaslu Wonosobo dalam menekan potensi politik uang dalam pemilu dan pilkada harus didukung semua pihak. “Karena politik uang akar dari korupsi,”katanya. Untuk itu, kata Aziz, pihaknya berharap keterlibatan komunitas dan masyarakat akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat luas dalam menekan praktek politik uang.

“Kami berharap kegiatan yang dilakukan Bawaslu akan berdampak dalam ketertiban Pemilu dan Pilkada,” tegasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.