Terpeleset Masuk Jurang Lima Meter, Warga Dusun Ngemplak Hanyut ke Sungai


Tim gabungan melakukan upaya koordinasi guna melakukan pencarian korban warga terpeleset dan hanyut ke sungai di Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Sabtu (30/11) petang. (Dok: SAR Sapuran)

KEPIL (FOKUSSABA)- Seorang warga Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo dikabarkan hilang terseret arus di sungai di Dusun Ngemplak, Sabtu (30/11) sekitar pukul 16.30. Informasi yang dihimpun Tim SAR Sapuran yang membantu proses pencarian, korban diketahui bernama Islahudin (60) warga Dusun Ngemplak. Diduga korban hanyut, karena terpeleset saat membersihkan saluran air.

Menurut informasi, ciri-ciri korban, tinggi badan 160 centimeter, memakai baju hitam celana hitam. Waktu dan tempat kejadian di sungai di Dusun Ngemplak pada Sabtu (30/11) sekitar 16:30. Untuk kronologis kejadian, berdasarakan keterangan sejumlah saksi mata, korban sedang membersihkan saluran air yang mampet, karena tumpukan sampah. Kemudian korban terpeleset dan masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar lima meter di sungai tersebut.


Sejumlah warga berkerumun di lokasi tempat korban terpeleset ke sungai di Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Sabtu (30/11) sore. (Dok: Warga)

Upaya yang dilakukan, telah dilakukan upaya pencarian korban sampai dengan pukul 21.30. Namu, korban belum diketemukan. Pencarian korban dilanjutkan pada Minggu (1/12) pagi tadi mulai pukul 08.00. Unsur yang terlibat, SAR Kecamatan Sapuran, SAR Kecakatan Kepil, Tagana, Anggota Polsek Kepil, Anggota Koramil Kepil, Banser serta warga Desa Ropoh. Kejadian itu dibenarkan Rescuer Badan SAR Nasional (Basarnas) Unit Siaga Wonosobo, Alif Dedi Setiawan.

Dia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai korban hilang sejak Sabtu sore. Namun demikian, Tim Basarnas Unit Siaga Wonosobo tengah membantu proses pencarian korban laka air di wilayah Banjarnegara. "Untuk yang di Ropoh, kalau sampai besok (hari ini-red) belum ditemukan, insyaAlloh kami akan ada pergerakan. Karena yang di Banjarnegara ini sudah selesei," ungkapnya Sabtu petang.

Menurut dia, pihaknya pulang dari Banjarnegara malam. Sementara di Basarnas prosedur untuk pencarian malam hari tidak direkomendasikan, kecuali memang di situ sudah pasti ada korban, baru pihaknya akan turun. Namun hal itu juga harus dengan pengawasan yang ekstra. Kepada masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat melakukan sesuatu. Diharapkan, upaya pencarian pada hari ini berbuah hasil. Korban segera ditemukan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.