Upaya Pencarian Terus Dilakukan, Tim Gabungan Sisir Sungai dengan Berjalan Kaki


Petugas masih berupaya melakukan upaya pencarian korban warga Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil yang hanyut di Sungai Kodil, Minggu (1/12) siang. (Dok: Basarnas Pos SAR Wonosobo)

KEPIL (FOKUSSABA)- Upaya pencarian Islahudin (60), warga Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil, Wonosobo yang dikabarkan hilang terseret arus di Sungai Kodil terus dilakukan Minggu (1/12) sejak pagi tadi. Petugas gabungan terus melakukan upaya pencarian, dengan menyisir seluruh bagian di aliran sungai tersebut. Seperti diketahui, korban terpeleset dan masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar lima meter saat sedang membersihkan saluran air yang mampet, karena tumpukan sampah.

Rescuer Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Wonosobo, Alif Dedi Setiawan menyebutkan, pada Minggu ini upaya pencarian korban kembali dilakukan. Karena sebelumnya Tim SAR gabungan bersama petugas lain terpaksa menghentikan proses pencarian karena kondisi sudah petang. Pada hari ini, Basarnas Pos SAR Wonosobo ikut membantu proses pencarian seorang warga yang dikabarkan telah hanyut ke Sungai Kodil pada Sabtu sore kemarin. "Hari ini kami turun membantu proses pencarian," ujarnya.

Menurut dia, tim yang terlibat dalam proses pencarian hari kedua ini yakni tim dari Basarnas Pos SAR Wonosobo ada delapan orang, anggota Polsek Kepil tiga orang, anggota Koramil Kepil dua orang, SAR Kabupaten Wonosobo lima orang, SAR Sapuran 15 orang, Tagana dua orang, SAR Bhakti Nusa tiga orang, Koreksi lima orang
SAR Kepil lima orang, SAR Kalibawang dua orang, Banser 10 orang dan warga sekitar ada 30 orang.

Operasi pada hari kedua pencarian, dibagi dalam tiga Sru. Sru 1 bertugas melakukan pencarian korban dari lokasi kejadian sampe kedung Sungai Kodil dengan jarak satu kilometer. Sru 2 dari Sungai Kodil sampai Jembatan Watran sepanjang dua kilometer dan Sru 3 dari Tanjung Anom sampe Ngalian dengan panjang tiga kilometer. "Kendala yang dialami, area pencarian yang begitu panjang dan kita penyisiran hanya bisa dengan jalan kaki," tutur dia.

Menurut dia kondisi sungai saat ini dangkal, sehingga tidak bisa menggunakan rafting boad maupun LCR. Sebelumnya, seorang warga Dusun Ngemplak Desa Ropoh Kecamatan Kepil, yakni Islahudin (60) dikabarkan hilang terseret arus di sungai di Dusun Ngemplak, Sabtu (30/11) sekitar pukul 16.30. Korban diduga hanyut, karena terpeleset saat membersihkan saluran air. Ciri-ciri korban, tinggi badan 160 centimeter, memakai baju hitam celana hitam.

Untuk kronologis kejadian, berdasarakan keterangan sejumlah saksi mata, korban sedang membersihkan saluran air yang mampet, karena tumpukan sampah. Kemudian korban terpeleset dan masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar lima meter di sungai tersebut. Upaya yang dilakukan, telah dilakukan pencarian korban sampai dengan pukul 21.30. Namun, korban belum diketemukan. Pencarian korban dilanjutkan pada Minggu (1/12) pagi tadi mulai pukul 08.00. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.