Dua Hari Balap Motor di Alun-alun Wonosobo, Bayar Retribusi Rp 500.000

Surat Izin Even Balap Motor di Alun-alun Wonosobo Tersebar


Sejumlah tim peserta lomba balap motor tertangkap kamera memarkirkan kendaraannya di trotoar depan Kantor Bappeda Wonosobo. Tampak dari mereka menggantungkan kenalpot di pohon dan tulisan identitas kantor setempat. (Foto: Istimewa)

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Sebuah lampiran surat izin penggunaan Alun-alun Wonosobo untuk kegiatan even balap motor tersebar di sejumlah media sosial, baik facebook, whatsApp dan instagram. Dalam surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengabulkan permohonan penyelenggaraan even balap motor di kawasan Alun-alun Wonosobo selama dua hari ini, yakni Sabtu dan Minggu (4-5/1).

Surut izin tersebut bernomor 504.7/001/DPMPTSP tentang Surat Izin Penggunaan Alun-alun yang ditandatangani Kepala DPMPTSP Wonosobo, Kristiyanto. Dasar pihak terkait mengeluarkan izin, yakni adanya surat permohonan dari Sultan Racing Organizer Nomor 1733 tanggal 02 Januari 2020. Kemudian, ia menimbang, berdasarkan surat permohonan penggunaan Alun-alun Wonosobo, setelah dikaji dipandang telah memenuhi syarat dan dapat dikabulkan.

Hal itu mengingat adanya Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 Nomor 4 Tambah Lembaran Daerah
Kabupaten Wonosobo Nomor 4), kemudian adanya Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 3 Tahun 2009 tentang Penggunaan Alun-Alun (Berita Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun
2018 Nomor 3).

Atas hal tersebut, pihak terkait memberikan Izin Penggunaan Alun-alun Kabupaten Wonosobo kepada Happy Efit Santosa atau Sultan Racing Organizer yang beralamat di
Tejosari, RT 1 RW 7, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Untuk nama kegiatan yakni Balap Motor sejak Sabtu 04 Januari 2020 - Minggu 05 Januari 2020 dari pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB. Untuk peserta kegiatan berjumlah 300 orang dengan lokasi yang digunakan
Alun-alun Kabupaten Wonosobo.

Dalam surat tersebut pihak terkait menuliskan ketentuan agar penyelenggara bersedia menjaga keamanan dan ketertiban umum, bersedia menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sesuai kegiatan, bersedia mengembalikan kerusakan taman-taman dan lampu-lampu yang berada di Alun-alun, membayar retribusi Rp 500,000 (Lima ratus ribu rupiah). Penggunaan Alun-alun sesuai dengan kegiatan yang dimohonkan.


Ia juga menuliskan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan, akan dibetulkan sebagaimana mestinya. Surat tersebut dikeluarkan tanggal 02 Januari 2020 dengan tembusan kepada Bupati Wonosobo (sebagai Laporan), Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo. Hingga berita ini diturunkan pihak terkait saat dimintai keterangan belum memberikan jawaban apapun.

Perlu diketahui, penyelenggaraan balap motor di Alun-alun mendapat respons pro dan kontra dari masyarakat ataupun warganet. Pasalnya berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penggunaan Alun-alun, saat ini telah dipasang sejumlah papan larangan di kawasan Alun-alun Wonosobo oleh aparat penegak perda yakni Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo.

Untuk kawasan tertib Alun-alun, tertera sejumlah larangan, seperti larangan berjualan, larangan menggelar olahraga atau permainan otomotif, larangan olahraga berkuda, sirkus, kampanye partai politik, demonstrasi atau unjuk rasa, permainan hiburan anak seperti bianglala, ketangkasan sepeda motor, maupun pasar malam. Penyembelihan hewan kurban, seperti halnya momen Idul Adha juga dilarang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.