Kepala DPMPTSP Wonosobo Akui Salah dan Siap Menerima Sanksi


Sejumlah pengendara terjebak kemacetan karena adanya pengalihan arus saat adanya even road race di kawasan Alun-alun Wonosobo, kemarin. (Foto : Istimewa)

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kristiyanto mengakui telah membuat kesalahan, karena memberi izin penyelenggaraan road race di Alun-alun Wonosobo, Sabtu-Minggu (4-5/1) kemarin. Pihaknya mengaku siap menerima sanksi atas tindakannya tersebut, karena dinilai banyak kalangan hal itu berseberangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Kawasan Tertib Alun-alun.

"Ya mas, saya secara pribadi telah membuat kesalahan atas diselenggarakannya event tersebut. Saya siap menerima sanksi atas perbuatan yang saya lakukan," ungkap Kristiyanto kepada awak media saat melakukan konfirmasi Senin (6/1). Dia menyampaikan permintaan maaf, setelah mendapat desakan dari masyarakat yang tidak terima perilaku Pemkab Wonosobo, karena memberikan izin tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat luas.

Mengenai permohonan izin, Kris mengaku bingung. Karena izin belum dikeluarkan, tetapi para personel balap motor yang akan ikut kontes tersebut sudah datang ke Wonosobo. Dengan begitu, pihaknya mengaku memberanikan diri mengeluarkan surat izin. Alasannya, karena merasa tidak enak dengan pihak penyelenggara acara road race tersebut. Untuk surat pemberitahuan kepada Satpol PP dan kepolisian juga baru dikirimkan satu hari sebelum acara tersebut digelar.

"Karena itu, saya siap menerima sanksi yang diberikan dari Sekda atas perbuatan saya itu," akunya. Sementara itu, melalui surat perijinan yang beredar di masyarakat untuk acara tersebut, pihak penyelenggara hanya dikenai biaya retribusi sebebsar Rp 500.000 saja. Dirinya menepis adanya anggapan terkait besaran anggaran yang masuk ke Pemda Wonosobo hingga mencapai Rp 100 juta, sehingga DPMPTSP berani mengeluarkan ijin untuk event road race di pusat kota selama dua hari.

"Saya tidak tahu. Tidak ada dana untuk perijinan," katanya. Perlu diketahui sebelumnya, even olahraga otomotif road race di Alun-alun Wonosobo menjadi sorotan publik. Pasalnya acara tersebut dianggap telah bertentangan dengan Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang Kawasan Tertib Alun alun. Hal tersebut diungkapkan salah satu Budayawan Wonosobo, Gusblero. Ia mengaku kesal karena aturan telah dibuat pemkab, namun rupanya justru dilanggar. Ditambah, tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.

"Hari ini (kemarin red) saya muak melihat aturan (Pemkab) yang sudah dibuat. Dipasang besar di Alun alun. Lah kok ngga jelas bikin maklumat pengalihan arus sakgeleme, " jelas Gusblero kepada awak media. Adanya perijinan road race dinilai tak sesuai dengan peruntukan Perda Nomor 2 tahun 2016. Dimana, Alun-alun tidak diperbolehkan untuk berjualan, olahraga permainan otomotif, olahraga berkuda, sirkus, kampanye parpol, demonstrasi, permainan anak, dan penyembelihan hewan kurban. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.