Polsek Kalikajar Lakukan Penanaman Pohon untuk Konservasi


Sejumlah anggota Polsek Kalikajar bersama warga masyarakat melakukan penanaman pohon di hulu Kali Tepuk Desa Bowongso, Jumat (10/1) pagi.

KALIKAJAR (FOKUSSABA)- Sejumlah anggota Polsek Kalikajar yang tergabung dalam Polsek Kalikajar Pecinta Alam (POKAPALA), bersama Kelompok Tani Bina Sejahtera Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, menggelar kegiatan penanaman pohon untuk konservasi air di hulu Kali Tepuk Desa Bowongso, Jumat (10/01) pagi.

Lebih dari 50 batang bibit pohon beringin ditanam di lereng aliran sungai sepanjang lebih kurang tiga kilometer. Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan dimana sebelumnya telah ditanam lebih dari 400 batang bibit serupa. Kapolsek Kalikajar Iptu Budi Rustanto melalui Kanit Sabhara Aipda Edi Setyo secara langsung mengikuti kegiatan tersebut.

Dia mengungkapkan upaya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri, guna menjaga ketersediaan air bagi anak cucu di wilayah Bowongso khususnya dan Kalikajar umumnya. “Hulu Kali Tepuk merupakan titik paling hulu yang ada di lereng Gunung Sumbing," ungkapnya.


Anggota Polsek Kalikajar bersama warga masyarakat akan melakukan penanaman pohon di hulu Kali Tepuk Desa Bowongso, Jumat (10/1) pagi.

Dia menjelaskan, aliran air dari titik ini akan bermuara ke Kali Waru Kalikajar kemudian Sungai Galuh dan berujung di Sungai Serayu. Meski melewati medan yang cukup menyulitkan, namun anggota Polsek Kalikajar menyatakan komitmennya untuk terus berpatisipasi dalam kegiatan semacam ini.

“Karena selain memastikan ketersediaan air, penanaman pohon ini juga dimaksudkan untuk tindakan pencegahan tanah longsor maupun banjir,” ujar Kanit Sabhara. Sementara itu, penasehat Kelompok Tani Bina Sejahtera Desa Bowongso, Yusuf mengungkapkan pohon yang ditanam merupakan pohon beringin karena lebih tahan terhadap kondisi ekstrim.

Dari evaluasi kegiatan penanaman tahun lalu, tingkat kematian bibit ini kurang dari 1 persen. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program rutin yaitu penanaman pohon di kanan kiri sungai. Total yang sudah ditanam sekitar 450 bibit pohon beringin. Kami akan lakukan terus menerus dan mempersilahkan semua pihak yang ingin berpartisipasi dalam program ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Desa Bowongso merupakan salah satu desa yang berada di lereng Gunung Sumbing dengan potensi bencana alam berupa longsor lahan cukup tinggi. Seluruh masyarakat desa ini masih mengandalkan mata air alami sebagai satu-satunya sumber air untuk penghidupan. Sehingga diharapkan, dengan adanya program konservasi air dengan penanaman pohon ini, dapat menjaga ketersediaan air hingga anak cucu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.