Lapak Pedagang Pasar Pagi Kertek Ditata, Situasi Pengunjung Masih Ramai


Kondisi pedagang saat proses penataan lapak oleh petugas gabungan, Minggu (10/5) dini hari tadi. (Foto redamcovid19wonosobo)

KERTEK (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Polres dan Kodim 0707 serta elemen lain telah berupaya menata lapak pedagang di Pasar Pagi Kertek dengan berjarak. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat rupanya perlu terus menerus dilakukan. Pasalnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar pasar, pantauan pagi hari ini kondisi pasar yang telah ditata masih ramai.

"Ini video suasana Pasar Pagi Kertek yang pada pagi ini udah dipindah posisikan, dan diatur tata letak jualanya buat para pedagang, tapi masih aja semrawut," ungkap Afiatul melalui pesan media sosial Instagram kepada @fokussaba. Dia mengungkapkan, setiap hari memang situasi dan kondisi di pasar tersebut selalu ramai aktivitas jual beli masyarakat. "Kebetulan rumahku kan deket pasar," ujarnya lagi.

Dalam video berdurasi 15 detik tersebut, ia menggambarkan meskipun kondisi lapak-lapak pedagang sudah ditata dan berjarak, aktivitas jual beli masyarakat masih tampak padat. "Situasi pasar pagi, pasar baru, kemruyuk," ucapnya sembari merekam aktivitas perdagangan di pasar tersebut. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian semua pihak, khusus masyarakat agar ikut berperan aktif membantu memutus rantai penyebaran virus corona.


Kodisi Pasar Pagi Kertek Wonosobo yang telah ditata ramai aktivitas jual beli masyarakat, Minggu (10/5) pagi. (Foto tangkapan layar video dokumentasi warga)

Perlu diketahui, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 510/085/2020 tentang Pengaturan Operasional Usaha Perdagangan di Wilayah Kabupaten Wonosobo dalam rangka Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Dampak COVID-19. Pemerintah memutuskan untuk membatasi jam operasional pasar dan toko modern.

Dalam SE yang diterbitkan pada 23 April 2020 tersebut, sejumlah ketentuan yang mesti dipatuhi para pelaku usaha di pasar tradisional, mengacu pada protokol kesehatan COVID-19, seperti kewajiban mengenakan masker bagi penjual maupun pembeli, penyediaan fasilitas cuci tangan, hingga pembatasan jarak minimal antar pedagang.

Sementara untuk waktu operasional pasar, yang diatur antara lain adalah jam operasional yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Untuk pasar pagi, baik di Kota Wonosobo maupun di Kertek, jam operasional adalah dari jam 02.00 WIB sampai dengan 08.00 WIB, dan khusus pasar sayur Siwuran Garung diperbolehkan buka dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Pembatasan operasional juga berlaku bagi pasar hewan yang buka pada hari pasaran, hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Bagi para pedagang di seluruh pasar tradisional, juga tidak lagi diperkenankan membuka lapak mereka setiap hari, karena diberlakukan aturan shift agar satu hari buka, dan satu hari tutup untuk pedagang di los pasar, kios maupun kaki lima. (AB)

1 komentar:

  1. Langkah penertiban pasar khusus utk PKL sudah tepat,dan perlu terus berlanjut, harapannya pelan2 masyarakat akan terbiasa dengan aturan yg telah ditetapkan,..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.